"Ada beberapa poin yang disampaikan tadi, pertama bahwa kami mendukung pemerintah, Pak Presiden Jokowi sampai jabatan beliau habis. Tapi kami konsisten bahwa tetap akan mengoreksi pemerintah kalau melanggar konstitusi," ujar Ketua Umum Mathlalul Anwar KH Ahmad Syadeli Karim di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2016).
Ditegaskan, Ahmad Syadeli, dukungan terhadap pemerintah itu terutama terkait dengan pengentasan kemiskinan. "Bagaimana masyarakat itu lebih meningkatkan ekonominya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mohon kepada pemerintah untuk tegas menghadapi isu komunisme ini. Sebab, ketetapan MPRS masih berlaku hari ini," katanya.
"Mengenai Palestina kami dukung kemerdekaannya. Karena ini bukan konflik agama tapi konflik kemnusiaan. Ada penjajahan kepada Palestina, maka kami mohon kepada pemerintah untuk aktif membantu sesuai UU 1945 menghapus penjajahan," tambahnya.
Mathlalul Anwar dan Jokowi juga membicarakan mengenai Masyarakat Ekonomi Asean. Dia meminta Jokowi agar menekankan persaingan bebas di MEA itu fokus pendidikan.
"Sehingga kita tidak menjadi mangsa pangsa pasar dari luar Indonesia tapi kita bisa bekerja sendiri. Terakhir dalam rangka perda syariah, kita minta tolong perda tentang syariat, perda Zakat, akhlakul karimah tidak dicabut malah diperkuat supaya menjadi moral bangsa yang kuat," jelasnya.
KH Ahmad Syadeli Karim mengatakan, Mathlalul Anwar adalah sebuah organisasi Islam yang berdiri sejak tahun 1916. Ahmad Syadeli menjelaskan, alasan ormasnya tidak tersohor karena memang jarang tampil di kancah politik dan berbasis di daerah.
"Kita sebenarnya berada di antara NU dan Muhammadiyah, di tengah-tengah. Kita ini kenapa, mungkin tidak tersohor karena kami belum pernah jadi partai, kami tidak di kota, kami di kampung, Banten. Secara publikasi kami tidak terkenal tapi kami sudah punya perwakilan di berbagai daerah di Indonesia, ada kantor perwakilan wilayah," ujarnya.
Ahmad Syadeli juga menegaskan, Mathlaul Anwar bukanlah ormas yang berpaham radikal. Ormas ini ditujukan untuk mencerahkan umat melalui pendidikan.
"Mathalul Anwar ini merupakan organisasi Islam yang rahmatan lilalamin. Tidak radikalisme, kita smart, kita di tengah-tengah umat. Karena memang dari awal kita gerakan pencerah bangsa, gerakan pendidikan bangsa. Tahun 1916 kita sudah punya sekolah modern, yang klasikal. Kita memang menginginkan perubahan bangsa ini dengan pendidikan sehingga karakternya jadi baik," jelasnya.
(jor/erd)











































