Kedua anggota Buser Polsek Pesanggrahan itu ternyata bersaudara ipar. Di mata pimpinannya, keduanya adalah anggota yang berprestasi.
Kedua anggota ini dikenal pendiam. Tetapi keduanya sangat rajin dalam mengungkap kasus-kasus yang terbilang rumit yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tempo hari mereka bersama timnga mengungkap kasus pencurian dengan modus pegawai PLN yang menggasak rumah staf kedutaan Singapura," jelas mantan Kapolsek Pasar Kemus ini.
Bahkan pada Jumat (10/6) sore lalu, kedua korban saat itu tengah melakukan observasi di wilayah Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jaksel. Sampai akhirnya keduanya yang saat itu dipimpin Ipda Budi BL membuntuti dua pelaku begal yang baru saja merampas motor di lokasi tersebut.
Kedua polisi yang berboncengan motor itu mengejar kedua pelaku begal yang nerlari ke arah Cipondoh. Tepatnya di Jl Bakti, Cipondoh, Kota Tangerang, kedua korban ditembaki oleh salah satu begal yang memegang senjata api.
Gafur tertembak di bagian tangan kirinya. Sementara Saepudin tertembak di bagian perutnya. Beruntung saat itu keduanya masih bisa membalas tembakan pelaku, hingga akhirnya kedua pelaku begal tewas.
Akibat tembakan begal itu, Saepudin mengalami pendarahan. Salah satu ginjalnya terpaksa harus diangkat karena terkena tembakan pelaku.
Beruntung Saepudin cepat-cepat dibawa ke Rumah Sakit Omni, Alamsutera, BSD, Serpong. Saat ini kondisi Saepudin sudah mulai membaik.
Kasus ini menyita perhatian Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto. Pada Jumat malam itu, Moechgiyarto langsung membesuk kedua anggota begitu mendapat informasi tersebut. Bahkan sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya mendonorkan darahnya untuk Saepudin yang saat itu kritis karena kekurangan darah. (mei/aan)










































