"Saya perlu hadir di sini karena dua alasan. Pertama, silaturahmi dengan alim ulama dan masyarakat. Kedua, Pesantren Dar Syifa ini sangat spesial karena misi-visinya serta pendirinya," kata Erry di hadapan ratusan hadirin dalam peresmian pada Sabtu (11/6) seperti keterangan tertulis kepada redaksi detikcom, Senin (13/6/2016).
Tengku Erry menjelaskan, keberadaan Pesantren Dar Syifa sebagai pusat rehabilitasi, reeducation dan deradikalisasi ini sangat penting dan strategis. Terlebih, kata dia, lembaga pendidikan tersebut didirikan oleh mantan narapidana tindak terorisme kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan pelatihan militer beberapa waktu lalu yakni Ustaz Khairul Ghazali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
keluarga narapidana terorisme secara gratis," kata Erry.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili Staf Khusus Kepala BNPT AKBP Khoiruddin Hasibuan mengapresiasi dan mendukung upaya keras pendirian Pesantren Dar Syifa tersebut.
"BNPT mengapresiasi dan sangat menyambut baik upaya Ustaz Khoirul ini. Saya sendiri sudah cukup lama mengenal Ustaz Khorul Ghazali, dan saya yakin peran yang dimainkan beliau di masa mendatang akan jauh lebih konstruktif dan kian baik," kata Khoiruddin.
Ia menjelaskan, niat mendirikan lembaga pendidikan pesantren yang khusus menangani anak-anak korban dan dari pelaku tindak terorisme ini sudah lama. Diakuinya, ia sering berdiskusi dengan Ustaz Khoirul Ghazali untuk mewujudkan hal tersebut.
"Kami sering diskusikan bagaimana mewujudkan lembaga tersebut. Sekitar lima tahun silam ide ini muncul. Maka kami menyambut baik dan langsung berupaya semaksimal mungkin mewujudkannya. Alhamdulillah, kali ini sudah dapat kita lihat bersama keberadaan pesantren dimaksud," jelas Khoiruddin.
Dalam catatannya, Pesantren Dar Assyifa adalah satu-satunya lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia yang mengkhususnya pada rehabilitasi dan deradikalisasi korban dan keluarga mantan terpidana terorisme. Ia berharap, Dar Assyifa menjadi percontohan di tempat lain sehingga tujuan menyelamatkan masa depan anak-anak generasi dari keluarga mantan teroris yang diperkirakan mencapai 20 ribu anak seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Khoiruddin menjelaskan, sebagai lembaga yang diberi kewenangan dalam upaya-upaya pencegahan tindak terorisme dan radikalisme, BNPT akan terus bekerja keras melakukan upaya-upaya yang terbaik sehingga pemberantasan tindak terorisme dan paham-paham radikalisme dapat dilakukan dengan maksimal dan tuntas.
Selain gubernur dan BNPT, hadir dalam peresmian pesantren yang terletak di tengah-tengah persawahan bekas hutan tersebut antara lain, Bupati Deli Serdang, Kapolresta Medan Kombespol Mardias Husin, unsur Muspida, FKPT, dan Jubir Dewan Masjid Indonesia, Hery Sucipto, Ketua PWNU Sumut, kalangan mantan terpidana terorisme, dan ratusan undangan lainnya.
(erd/nrl)











































