Sopir Taksi & Sopir Bus Berantem, Jl Sudirman Macet

Sopir Taksi & Sopir Bus Berantem, Jl Sudirman Macet

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2005 08:52 WIB
Jakarta - Gaga-gara sopir taksi dan sopir bus berantem, lalu lintas di Jl Sudirman Jakarta pun macet meski masih menunjukkan pukul 07.30 WIB, Selasa (22/3/2005). Akibat insiden ini, sebuah letusan pistol sempat menyalak.Kisah ini bermula ketika sebuah taksi Pusaka Nuri dari Blue Bird Grup (BBG) nopol B 1270 QE yang tengah melintas di Jl Sudirman, tepatnya di dekat jembatan penyeberangan Ratu Plasa (Carrefour) hendak menuju Blok M, langkahnya terhambat oleh bus Jasa Utama trayek 125 jurusan Tj Priok-Blok M nopol B 7383 WB.Saat itu taksi hendak menuju ke ruas sebelah kanan jalur lambat. Tapi bus Jasa Utama meluncur dari belakang dari sisi kanan jalur lambat, hendak ke sisi kiri untuk menurunkan penumpang. Tak ayal bus pun menyerempet taksi.Kedua kendaraan sempat terdiam sejenak dan berjalan kembali tak lama kemudian.Tapi bak peserta reli, taksi berjalan ngebut dan berhenti tepat di depan bus Jasa Utama sehingga sopir bus pun buru-buru mengerem. Saat itu posisi keduanya berada di sisi kanan jalur lambat.Sopir taksi dengan nomor lambung CD 3170 keluar dari mobilnya dan meminta tanggung jawab sopir bus karena keserempet. Tapi sopir bus tidak mau turun. Yang meladeni sopir taksi adalah kenek. Karena lajur kanan dipenuhi bus dan taksi, tak ayal Jl Sudirman yang masih berlaku 3 in 1 pun macet.Klakson tak henti-hentinya dipencet oleh semua kendaraan yang lajunya terhambat. Uniknya, petugas Dishub yang jumlahnya lebih dari 5 orang, yang tengah berdiri di depan Ratu Plasa, cuma menyaksikan insiden itu dari kejauhan.Sopir taksi lantas mencegat semua taksi dari Blue Bird. Sekitar 5 taksi turut berhenti, memenuhi badan jalan. Mereka melakukan aksi solidaritas, membela rekannya yang keserempet. Lalu lintas kian macet.Sopir bus akhirnya turun. Setelah adu mulut, sopir taksi yang jumlahnya lebih banyak nyaris baku hantam dengan sopir bus yang berbadan bongsor. Baku hantam itu terjadi di jalur hijau di bawah jembatan penyeberangan.Tiba-tiba dua orang berseragam sipil datang dan berusaha melerai. Karena para sopir masih berusaha pukul-pukulan, salah seorang yang melerai menyalakkan pistolnya. Suara pistol mengagetkan ratusan orang yang berkerumun menyaksikan kejadian itu dari trotoar. Lalu salah seorang di antaranya menyuruh semua kendaraan tetap berjalan, jangan berhenti untuk menonton.Sekitar pukul 07.50 WIB, dua polisi lalu lintas datang. Mereka menyuruhn sopir bus dan sopir taksi menepikan kendaraan. Semua penumpang bus dioper ke bus lain. Sopir taksi tetap bersikeras bahwa dia diserempet bus. Tapi sopir bus ngotot menolak.Lalu lintas baru mencair setelah polisi menyuruh sopir taksi dan bus membelokkkan kendaraannya ke kiri, di seberang kantor Meneg PAN. Pukul 08.10 WIB, kawasan itu sudah bisa dilewati dengan lancar. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads