Untuk mengantisipasi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pihaknya melakukan pencegahan dengan melakukan operasi Sendak Jaya dengan sasaran senjata api dan bahan peledak.
Tetapi, lanjut Awi, permasalahannya senjata api yang dilakukan pelaku kejahatan mayoritas adalah senjata api rakitan yang sudah barang tentu ilegal dan tidak terdata di kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain peralihan dari kejahatan yang tadinya menggunakan tangan kosong kemudian kali ini mempersenjatai diri dengan senjata api, para pelaku kejahatan juga disinyalir sudah mampu merakit sendiri senjata api ilegal.
"Ya rekan-rekan tahu sendiri yang begitu, dalam perkembangannya masyarakat kita ini ternyata para pelaku kejahatan sudah pandai merakit senjata, seperti jenis revolver yang kemarin," tuturnya.
Ia mencontohkan seperti 2 pelaku begal yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Cipondoh, Kota Tangarang, Jumat (10/6) lalu, diketahui senjatanya adalah revolver rakitan. Dua anggota Polsek Pesanggrahan mengalami luka tembak dalam peristiwa tersebut.
"Kasat mata mirip, tapi kan itu rakitan, rakitan kan manual ya bukan seperti senjata kita yang semi automatis itu," tuturnya.
Operasi Sendak Jaya sendiri telah digelar sejak beberapa hari yang lalu. Polisi telah menyita sejumlah senjata ilegal yang diperdagangkan secara bebas di beberapa lokasi. (mei/nwk)











































