Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Banda Aceh, Herry Sudiarto, meski tim teknisi telah berhasil memperbaiki kapal tersebut, hingga kini mereka masih berada di perairan Aceh dan belum dapat melanjutkan perjalanan lantaran cuaca yang tak mendukung.
"Cuaca buruk kapal tidak dapat berlayar," kata Herry saat dihubungi detikcom, Minggu (12/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para imigran yang terdampar di laut Lhoknga, Aceh Besar, Aceh sejak kemarin Sabtu (11/6) tidak ditarik ke daratan. Mereka bertahan di atas kapal untuk menunggu cuaca bersahabat. Posisi kapal dengan bibir pantai berjarak sekitar 300 meter.
"Di sini (lokasi terdampar) hujan terus sejak tadi. Makanya mereka belum bisa melanjutkan perjalanan," jelas Herry.
Herry menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis kemarin sore, kondisi mereka semua bagus. Sehingga dinyatakan layak untuk melanjutkan perjalanan.
Baca juga: 35 Warga Etnis Tamil Terdampar di Aceh karena Mesin Kapal Rusak
"Mereka sehat semua. Masih muda-muda," ungkap Herry.
35 etnis Tamil tersebut tidak dibawa ke daratan karena tujuan mereka bukan ke Indonesia. Rencananya, kapal yang mengangkut mereka akan segera ditarik ke laut lepas agar mereka dapat melanjutkan perjalanan ke Australia.
"Sebentar lagi akan ditarik supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan. Tidak kita bawa ke daratan karena tujuan mereka bukan ke sini. Tujuan mereka ke Australia," ungkap Herry.
"Ini masih kita lakukan koordinasi. Tapi kita belum ada rencana membawa mereka ke daratan," lanjutnya.
35 warga Sri Lanka etnis Tamil yang menumpangi kapal berbendera India ini terdampar di Aceh sejak kemarin sekitar pukul 10.00 WIB karena mengalami kerusakan mesin. Mereka hendak ke Australia. Dalam kapal tersebut terdiri dari lima anak-anak, 17 wanita (termasuk seorang perempuan hamil) dan 13 laki-laki. Belum diketahui tujuan mereka ke Australia.
(rna/rna)











































