4 Warga Bengkulu Tengah Tertembak, Bupati Hentikan Aktivitas Penambangan

4 Warga Bengkulu Tengah Tertembak, Bupati Hentikan Aktivitas Penambangan

Hery Supandi - detikNews
Minggu, 12 Jun 2016 02:04 WIB
4 Warga Bengkulu Tengah Tertembak, Bupati Hentikan Aktivitas Penambangan
Ilustras kerusuhan (Oleh: Mindra Purnomo)
Bengkulu Tengah - Unjuk rasa penolakan pertambangan sistem underground di Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah, mengakibatkan empat warga terkena luka tembak. Kepala Daerah setempat kemudian turun tangan.

Guna mengantisipasi meluasnya kerusuhan tersebut, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli dan Kapolda Bengkulu beserta Gubernur Bengkulu langsung meninjau lokasi rumah korban di Merigi Sakti, Sabtu (11/6/2016) malam, guna meredam emosi warga.

Setelah melakukan rapat bersama, akhirnya Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli menutup pertambangan milik PT CBS tersebut. Keputusan ini sesuai permintaan warga di dua kecamatan yang terkena dampak pertambangan batu bara sistem bawah tanah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agar tidak kembali terjadi polemik antara warga dan pihak perusahaan, pertambangan CBS ditutup segala jenis kegiatan penambangannya, agar masyarakat tidak khawatir akan terjadi bencana ambrol," ujar Fery Ramli.

Selain itu, Ferry juga akan menjamin semua biaya pengobatan bagi korban yang tertembak termasuk biaya operasi korban Martha Dinata.

Mengenai tertembaknya empat warga saat mencoba masuk ke lokasi pertambangan, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol M Ghufron mengaku polisi telah melakukan standar penanganan unjuk rasa, menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau warga.

"Untuk korban yang tertembak di bagian perut dan diduga tembus ke belakang, itu menggunakan peluru karet. Karena peluru karet dengan jarak 2 hingga 5 meter juga dapat menembus tubuh manusia," ujar Ghufron.

Namun menurut Ghufron, pihak nya masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter yang melakukan operasi terhadap korban. Dari pemeriksaan itu baru bisa dipastikan apa gerangan penyebab luka yang dialami korban.

Empat warga ini dikabarkan mengalami luka tembak saat mencoba masuk ke areal pertambangan untuk menemui pihak pertambangan. Namun terjadi bentrokan fisik dengan aparat yang berjaga di gerbang tambang.

(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads