Warga Bengkulu Penolak Tambang yang Tertembak Akan Dioperasi

Warga Bengkulu Penolak Tambang yang Tertembak Akan Dioperasi

Hery Supandi - detikNews
Minggu, 12 Jun 2016 00:52 WIB
Warga Bengkulu Penolak Tambang yang Tertembak Akan Dioperasi
Ilustrasi kerusuhan (Foto: Mindra Purnomo)
Bengkulu - Empat korban tertembak dalam bentrok unjuk rasa penolakan tambang batu bara di Bengkulu masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr M Yunus Bengkulu. Bahkan, satu korban masih belum sadarkan diri lantaran terkena tembakan di bagian perut hingga ke bagian belakang.

Saat ini korban masih terbaring di ruang instalsi gawat darurat. Dari hasil rontgen sementara, peluru dipastikan mengenai ginjal.

Korban yang dimaksud yakni Martha, warga Desa Komering, Merigi Sakti, Bengkulu Tengah, mengalami luka tembak di bagian perut yang menembus ke bagian belakang perut, saat ini kondisinya kritis. Martha masih mendapat perawatan seadanya dari pihak rumah sakit karena dokter pihak rumah sakit belum ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut paman Martha bernama Anhar, di RSUD Dr M Yunus Bengkulu, Jl Bhayangkara S Mulyo, Sabtu (11/6/2016) malam, saat ini kondisi Martha belum sadar dan terlihat makin lemah. Tim dokter rumah sakit masih ditunggu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Anhar mengaku hingga saat ini semua biaya rumah sakit masih ditanggung pihak keluarga dan kerabat.

"Kondisinya saat ini kritis dan akan segera dioperasi. Tertembak di bagian perut tembus ke belakang. Rencana kami tolong kasus ini diusut tuntas dari pihak keamanan. Kami sangat keberatan karena kami menuntut hak kami bukan kami hanya menerobos, kami sangat keberatan tambang underground di tanah kami. Kami semua takut," tutur Anhar.

Martha, Warga Bengkulu yang Tertembak di Perut (Foto: Hery Supandi/detikcom)


Diketahui korban bersama warga setempat melakukan aksi penolakan tambang dengan sistem bawah tanah beroperasi di desa mereka. Namun karena permintaan warga selalu tidak ditanggapi akhirnya warga mencoba masuk ke perusahaan. Pihak kepolisian menahan aksi masssa itu, dan terjadilah bentrok yang mengakibatkan empat warga terkena tembakan dan harus dirawat di rumah sakit, sedangkan dari satu orang anggota kepolisian mengalami luka bacok.

(dnu/dnu)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini