"Dibekukan sementara sampai ada tindak lanjut dari kepolisian dan Dinas Perhubungan," kata Pudji sebelum meninggalkan pool Primajasa di Jl Soekarno-Hatta, Batununggal, Bandung, Sabtu (11/6/2016). Dari belasan bus, hanya 2 bus yang diperiksa secara acak. Bus tersebut berpelat B atau Jakarta.
Menurut mantan Kapolda Sulsel ini, STNK berbeda dengan nomor rangka jelas pelanggaran parah. "Entah mana yang dipalsukan, suratnya atau rangkanya," jelasnya.
Pudji langsung memerintahkan Dirlantas Polda Jabar Sugihardi untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut. "Saya akan segera koordinasikan dengan Dishub Jabar dan Polda Metro Jaya untuk segera ditindaklanjuti," kata Sugihardi.
Sementara Kepala Cabang Primajasa Bandung Rahmat Sutarman, mengatakan, tidak seluruh bus Primajasa berbeda nomor rangka dan STNK. Menurut dia, menang ada kelalaian yang terjadi pada dua bus yang diperiksa Dirjen. Itu hanya bagian kecil.
"Armada kami ratusan jumlahnya. Jadi ada beberapa yang luput dari pengamatan kami, sehingga terjadi perbedaan nomor rangka tersebut," jelas Rahmat.
Dari pool Primajasa, Pudji bergeser ke pool bus MGI. Di sana, menurut dia, tidak ada masalah. Selanjutnya Pudji dan rombongan menuju jalur Nagreg, dan mengakhiri kunjungan untuk kembali ke Jakarta. (trw/trw)











































