Paguyuban ini menyajikan menu hidangan puasa tidak jauh dari lokasi vihara tempat mereka beribadah. Jaraknya hanya sekitar 100 meter sebelah selatan yang memanfaatkan area bengkel mobil milik paguyuban.
Foto: M Aminudin/detikcom |
Lokasi itu juga berdekatan dengan Vihara Sanggar Suci yang berada di bawah Yayasan Sukhavati, rumah berlantai tiga persis di sebelah utaranya merupakan kediaman pemimpin Paguyuban Metta. Sekitar 1 kilometer sebelum lokasi berdiri sebuah masjid yang terletak di Jalan Raya Bedali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: M Aminudin/detikcom |
Tidak ada papan nama maupun menyatakan pihak yang memberi hidangan buka puasa gratis itu. Hari ini menunya semur daging. Sejak pukul 17.00 WIB, banyak warga berdatangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga manula.
Paguyuban Metta terdiri dari beragam kalangan seperti Buddha, Islam, Kristen, dan Katolik. "Semangat toleransi, kita bawa dengan menyajikan hidangan buka puasa," ucap Suhu Winantea Listihadi berbincang dengan detikcom di lokasi, Jumat (10/6/2016).
Foto: M Aminudin/detikcom |
Dia mengaku, kegiatan ini sudah berjalan belasan tahun. Titik awalnya adalah tahun 1998, dimana saat itu terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan harga bahan pokok melambung. "Kami kemudian tergerak untuk berbagi. Semua dari urusan anggota paguyuban. Menu yang diberikan diupayakan untuk berganti-ganti," aku pria paruh baya ini.
Mendengar gema adzan Magrib, Winantea bersama anggota paguyuban memberikan langsung santapan buka puasa. Warga sudah lama menunggu, rela mengantri untuk mendapatkan satu porsi buka puasa gratis. "Jumlahnya porsi tidak mesti, biasanya kami siapkan sampai 150 piring. Jika kurang akan ditambah," beber Winantea.
Foto: M Aminudin/detikcom |
Dia menambahkan, kegiatan ini akan berlangsung sampai hari ke-29 bulan suci ramadan. Siapapun diperbolehkan hadir untuk mendapatkan santapan buka puasa.
Adanya menu buka puasa gratis ini disambut gembira Nuriwansyah (40), datang bersama istrinya. Dirinya bahkan rutin setiap tahun mendatangi lokasi. "Ini tahun ketiga saya ke sini," katanya di sela menyantap menu buka puasa.
Foto: M Aminudin/detikcom |
Hal sama juga dilakukan Rudi, remaja sehari-harinya menjadi pengamen jalanan ini datang tidak seorang diri. Bersama teman-temannya dia berjalan kaki dari kawasan Pasar Lawang yang jaraknya lumayan sekitar 1,5 kilometer. "Kalau sore mesti ke sini, dapat buka gratis," ucapnya seraya tersenyum. (fat/try)











































Foto: M Aminudin/detikcom
Foto: M Aminudin/detikcom
Foto: M Aminudin/detikcom
Foto: M Aminudin/detikcom
Foto: M Aminudin/detikcom