Soal Penjara Khusus Teroris, JK: Menyatukan Mereka Lebih Berbahaya

Soal Penjara Khusus Teroris, JK: Menyatukan Mereka Lebih Berbahaya

Rina Atriana - detikNews
Jumat, 10 Jun 2016 15:03 WIB
Soal Penjara Khusus Teroris, JK: Menyatukan Mereka Lebih Berbahaya
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Segera dioperasikannya penjara khusus teroris diharapkan agar kejahatan terorisme tak menyebar ke tahanan yang lain. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa adanya penjara khusus teroris justru bisa lebih membahayakan.

"Penjara khusus teroris itu sudah diusulkan sejak lama tapi juga ada bahayanya, kalau disatukan dia bikin universitas, senior mengajar junior untuk lebih aktif," kata JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).

JK lantas mencontohkan dengan apa yang terjadi di Irak dan Syiria. Menurutnya, hampir semua pimpinan ISIS pernah ditahan di penjara yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buktinya Santoso bekas tahanan merekrut anak muda lainnya, lebih internasional lagi, ISIS itu hampir semua pimpinannya bekas ditahan semua di Irak," ujar JK.

"Di penjara dia lebih radikal setelah keluar, karena bersama-sama. Jadi untuk menyatukan mereka bisa lebih bahaya juga, memang semua ada risiko, kalaupun disatukan kriminal lainnya dia bisa mengajak kriminal itu, tapi antara mereka lebih radikal kalau bersama-sama," jelasnya.

Sebelumnya, BNPT menyebut Lapas khusus Terorir yang terletak di Sentul akan segera dioperasikan. Sejak 1999 hingga April 2016 sudah terdapat 1.114 pelaku terorisme yang berhasil ditangkap. 834 Orang di antaranya sudah diajukan ke persidangan dan mendapatkan vonis, 531 orang sudah bebas, dan 333 sisanya masih menjalani hukuman. (mad/mad)


Berita Terkait