"Penjara khusus teroris itu sudah diusulkan sejak lama tapi juga ada bahayanya, kalau disatukan dia bikin universitas, senior mengajar junior untuk lebih aktif," kata JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).
JK lantas mencontohkan dengan apa yang terjadi di Irak dan Syiria. Menurutnya, hampir semua pimpinan ISIS pernah ditahan di penjara yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di penjara dia lebih radikal setelah keluar, karena bersama-sama. Jadi untuk menyatukan mereka bisa lebih bahaya juga, memang semua ada risiko, kalaupun disatukan kriminal lainnya dia bisa mengajak kriminal itu, tapi antara mereka lebih radikal kalau bersama-sama," jelasnya.
Sebelumnya, BNPT menyebut Lapas khusus Terorir yang terletak di Sentul akan segera dioperasikan. Sejak 1999 hingga April 2016 sudah terdapat 1.114 pelaku terorisme yang berhasil ditangkap. 834 Orang di antaranya sudah diajukan ke persidangan dan mendapatkan vonis, 531 orang sudah bebas, dan 333 sisanya masih menjalani hukuman. (mad/mad)











































