Dalam rilisnya, Jumat (10/6/2016), Komandan Wings Udara-2 Tanjung Pinang Letkol Ludi Muhardjo mengatakan, pesawat take off dari Bandara RHF Tanjungpinang pukul 06.50 WIB menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Misi pesawat yakni refueling dan menjemput 4 tahanan.
"Misi yakni refueling dan melaksanakan penjemputan 4 tahanan dan 1 saksi MT Hai Soon 12 untuk diangkut ke Armatim dari Lanal Batam," ujar Ludi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Perompak Kapal Singapura Mengaku Diupah Rp 200 Juta
Menurut Rudi, pesawat landing dari arah barat daya ke timur laut pada pukul 07.15 WIB. Kemudian terjadi slide landing uncontrol pada Appron AE1-3.
Lalu pesawat mendarat sekitar 300 meter di runway dan menyerong ke kiri hingga masuk ke sisi rumput sebelah runway sekitar 500 meter. Pesawat berhenti disebabkan roda depan masuk ke dalam got di area rumput sisi runway.
"U-621 terhenti pada posisi roda depan masuk ke parit. Sampai saat ini penyebab utama masih dalam penyelidikan," kata Ludi.
Akibat insiden ini, sejumlah penerbangan komersil tertunda (delay). Manajer Maskapai Lion Air Kota Batam, Bire, saat berbincang dengan detikcom di lokasi, membenarkan maskapainya mengalami delay.
"Akibat pesawat tergelincir pesawat jenis Cassa milik TNI, jadwal penerbangan Lion Air mengalami delay satu jam," ujar Bire.
(nwy/trw)











































