"Semburan berlangsung pada Kamis (9/6) dari pukul 11.00 WITA hingga 16.08 WITA," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (10/6/2016).
Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun semburan gas dan lumpur itu menyebabkan satu bangunan dan satu unit asrama gereja terkena lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada gas beracun. Gas dan lumpur aman terhadap lingkungan. Untuk menjaga maka BPBD Kota Balikpapan mendirikan posko pengawasan bersama dengan TNI, Polri, Pertamina dan PT. Total," jelas Sutopo.
Semburan gas dan lumpur saat pengeboran tanah bukan yang pertama kali terjadi. Di Samarinda kejadian serupa juga pernah terjadi, akibat adanya lapisan kedap air (impermeable) yang berada di atas air dalam sistem akuifer air tanah.
"Air yang tidak bisa keluar lalu terperangkap dalam sedimen dan tidak dapat mengalami pembatuan (litifikasi). Saat ada terjadi getaran dan sesuatu yang menembus lapisan endapan maka terjadi kontak antara lapisan dan benda yang berada di permukaan. Adanya tekanan lapisan sedimen tinggi maka dorongan untuk melepaskan tercipta dan sehingga muncul semburan lumpur di permukaan," kata dia.
(rni/mad)











































