Ahok saat ini sudah mengantongi dukungan dari Hanura yang punya 10 kursi di DPRD DKI dan Nasdem yang menduduki 5 kursi. Sementara itu, Golkar memiliki 9 kursi di DPRD DKI.
Dengan demikian, Ahok akan memiliki 24 kursi DPRD DKI jika didukung oleh Golkar. Jumlah kursi itu sudah melampaui syarat 20 persen kursi DPRD DKI bagi parpol atau gabungan parpol untuk mengusung cagub di DKI. Dalam satuan kursi, syarat untuk mengusung cagub di DKI adalah memiliki minimal 22 kursi DPRD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan dia tidak bisa sendirian tetap butuh parpol. Bangun daerah nggak bisa sendiri, harus bisa partner dengan parpol. Parpol yang mana? Yang mau mensupport. Dia kan butuh dukungan anggaran, policy, regulasi. Ubah regulasi kalau enggak didukung DPRD kan enggak bisa," ujar Nusron di Markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2016).
Tapi, maukah Ahok beralih dari jalur independen setelah mendapat dukunga Golkar? Ahok sendiri sudah menyatakan tidak mungkin meninggalkan Teman Ahok.
Soalnya, Ahok tak ingin mengecewakan pendukungnya yang tergabung dalam Teman Ahok. Pada detik terakhir jelang pendaftaran-pun, Ahok menjamin tak bakal meninggalkan Teman Ahok.
"Kalau saya sih enggak mungkin ninggalin Teman Ahok ya, sesuatu yang bisa kecewa berat," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
(imk/tor)











































