Tim Balai BKSDA Kalimanyan Barat bergerak begitu mendapat laporan. Hasil penelusuran, para pemuda itu merupakan warga Sambas Kalimantan Barat. Mereka sudah tak sekolah lagi, tetapi bekerja di pabrik kayu di Kalimantan Timur.
Tim BKSDA dan Polsek melakukan penelusuran pelaku |
"Adam (dalam gambar bertopi koboi hitam dan yang mengupload foto), Apri (dalam gambar telanjang dada bercelana merah), Ato (dalam gambar berkaos putih celana biru), Inal (dalam gambar memakai topi terbalik berkaos hijau), Intat (dalam gambar telanjang dada bercelana hitam), dan, Bayong (dalam gambar berjaket bergaris putih), kesemuanya berasal dari Dusun Semantir, Desa Mekar Sekuntum, Kec. Galing, Kab. Sambas," jelas Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sustyo Iriono, Jumat (10/6/2016).
Tim BKSDA dan polisi menemui keluarga pelaku di Sambas |
Sustyo menjelaskan, identitas itu didapatkan setelah tim BKSDA bersama personel Reserse dan Intel Polsek Teluk Keramat, Sambas melakukan penelusuran.
Para pelaku saat disambangi rumahnya tidak bisa ditemui karena berada di luar kota. Pihak BKSDA dan kepolisian hanya bisa menemukan keluarga pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Tim BKSDA dan Polsek melakukan penelusuran pelaku
Tim BKSDA dan polisi menemui keluarga pelaku di Sambas