Patung Garuda Akan Jadi Ciri Khas Bandara Soekarno-Hatta

Patung Garuda Akan Jadi Ciri Khas Bandara Soekarno-Hatta

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 09 Jun 2016 20:24 WIB
Patung Garuda Akan Jadi Ciri Khas Bandara Soekarno-Hatta
Ilustrasi/Pembangunan Terminal 3 Ultimate (Foto: Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan segera memiliki ikon baru. Selain patung kedua proklamator, juga akan ada Patung Garuda.

Kreator dari patung ini adalah salah satu pematung tenar tanah air yakni I Nyoman Nuarta. Beberapa patung hasil karyanya adalah Patung Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Patung Garuda Wisnu Kencana yang sedang dibangun di Bali.

Presiden Direktur Angkasa Pura 2, Budi Karya Sumadi menyampaikan alasan soal dipilihnya I Nyoman Nuarta sebagai kreator patung. Menurutnya, sosok I Nyoman dengan karya-karya yang sudah dibuatnya dirasa mampu menampilkan kearifan lokal Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patung ini nantinya akan ditempatkan di Terminal 3 yang akan menjadi beranda Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga kehadiran Patung Garuda diharapkan menjadi pembeda dengan bandara lainnya.

"Soetta harus punya diferensiasi. Kalau kita adu teknologi dan uang, mungkin dengan tetangga kita akan kalah uangnya. Saya ingat, kita punya banyak seniman besar. Maka kami cari diferensiasi berupa kearifan lokal seperti musik, tari, makanan," ujar Budi Karya di Tugu Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).

"Dari situ kita mencari siapa tokoh yang punya nama. Maka kita pilih seniman seperti I Nyoman, Sardono, Eko Nugroho dan Nasirun. Diharapkan nantinya tempat ini jadi tempat terhormat dan punya keunikan," tambah Budi Karya.

Khusus untuk Patung Garuda, I Nyoman Nuarta mengatakan burung Garuda dipilih karena memiliki filosofi sebagai simbol negara. Simbol nasional yang diambil agar menjadi simbol pembeda dengan negara lain karena Bandara Soetta adalah bandara utama Indonesia.

"Karena ini melambangkan airport negara, maka dipakai simbol kita burung Garuda sebagai simbol nasional. Identitas kan selalu ngak sama. Maka dari karya seni ini bisa didapatkan nilai itu," ujar I Nyoman di lokasi yang sama.

I Nyoman menargetkan penyelesaian patung ini sebelum bulan Agustus 2016. Dimensi patung ini akan memiliki tinggi dan lebar 18 meter.

Ketinggian patung sengaja batasi agar tidak mengganggu fungsi radar di bandara. Namun, ia mengatakan tidak akan mengurangi sisi estetik dari patung tersebut.

Nyoman merinci soal komposisi material dan berat dari patung tersebut. Ia juga menyampaikan beberapa kesulitan.

"Patung ini rangkanya stainless steel yang didatangkan dari Bali. Kuningannya kita impor dari Jerman. Tembaga kita beli dari Jepang. Beratnya sekitar 20 ton. Hanya angkutannya yang terkendala. Patung yang cukup berat dan cukup sulit mengangkatnya. Karena sebagian badan patung ada di jalan," ujar I Nyoman. (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads