"Itu tanyakan ke Presiden. Kewenangan untuk menyusun kabinet adalah di Bapak Presiden. Apa, mengambil dari mana saja," kata Lukman saat ditanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2016).
Terkait apakah pembagian kursi menteri itu termasuk posisi Menag, Lukman menyerahkan semuanya ke Jokowi. Dia menegaskan bahwa saat ini jabatan dijalankannya sebagai amanah.
"Itu berpulang ke Presiden. Jabatan itu amanah, kepercayaan," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo menyinggung soal jumlah menteri di kabinet yang berasal dari NU dalam sambutan saat menghadiri peringatan haul tiga tahun meninggalnya Taufiq Kiemas, Rabu (8/6) kemarin. Seolah menjawab pertanyaan, di hadapan Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Jokowi menyebutkan jumlah menteri dari kalangan NU.
"Saya mau klarifikasi mengenai menteri NU. Tadi diam-diam saya hitung ada 6. Jadi NU ada," kata Jokowi dalam sambutannya di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, itu.
Ketua PBNU Marsudi Syuhud menepis pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut ada enam menteri asal NU di kabinet kerja. "Dari NU tidak ada yang jadi menteri," kata Marsudi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).
Marsudi menepis angka 6 menteri yang disebut Jokowi. Empat menteri dari PKB dianggapnya juga bukan perwakilan PBNU. "Yang 4 itu PKB. Khofifah itu timses. Dari PBNU tidak ada," ujarnya. (imk/tor)











































