"Belum, belum," demikian jawab Ahok menjawab pertanyaan wartawan apakah sosialisasi Distamkam DKI soal retribusi pemakaman sudah maksimal.
"Sistemnya. Ya kita pengin sistemnya itu pakai pendataan posisi makam. Itu yang belum selesai. Karena kita temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif. Jadi ada batu nisan segala macam itu belum pasti itu ada isinya. Kalau ada yang nyogok (untuk memakamkan), itu ditaruh di depan. Makanya sekarang kita mau petakan, kita ada sistemnya, supaya kelihatan siapa yang minta," jelas dia di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).
Meski belum maksimal, sosialisasi retribusi pemakaman itu harus tetap disosialisasikan.
"Oh tetap, tetap kita harus sosialisasi. Kita bertahap kok. Pelan-pelan orang pasti akan mengerti kok. Sekarang yang penting orang membangun persepsi. Persepsi orang kan 'Sudahlah, sekarang PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu-red) juga begitu, kalau ada oknum yang nakal kalau enggak nyogok, enggak lancar," imbuhnya.
Evaluasi akan terus dilakukan Pemprov DKI mulai kepala dinas hingga pegawai di Distamkam DKI. Sangat terbuka kemungkinan yang masih menerima suap atau 'nakal' akan diganti.
Sebelumnya, Distamkam DKI Jakarta mengeluarkan poster retribusi pemakaman di DKI Jakarta. Poster itu menjelaskan biaya retribusi yang cukup terjangkau dan layanan yang banyak gratisnya. Bila ada yang dipungli, silakan lapor!
Berikut isi poster itu:
Himbauan Pemakaman
Retribusi makam:
Blok AAI: Rp 100.000
Blok AAII: Rp 80.000
Blok AI: Rp 60.000
Blok AII: Rp 40.000
Blok AIII: Rp 0,-
Semua transkasi HANYA di Bank DKI. Perijinan Pemakaman dan Perpanjangannya HANYA di PTSP Kelurahan.
GRATIS Jasa Gali Tutup Lobang
GRATIS Sewa Tenda
GRATIS Sewa Sound System
GRATIS Sewa Kursi
GRATIS Jasa Rawat Makam
TEMUI PNS DKI KENA PUNGLI? HUB: 021-548 1037/021-548 4544
Disampaikan Oleh: Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta
(nwk/nrl)











































