Nusron Wahid: PBNU Bukan Tempat untuk Nyodorin Orang Jadi Menteri

Nusron Wahid: PBNU Bukan Tempat untuk Nyodorin Orang Jadi Menteri

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 09 Jun 2016 16:41 WIB
Nusron Wahid: PBNU Bukan Tempat untuk Nyodorin Orang Jadi Menteri
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Jumlah menteri NU di Kabinet Kerja jadi perbincangan hangat setelah terjadi perbedaan 'hitungan' antara Presiden Jokowi dan PBNU soal jumlah menteri NU. Ketua PBNU Nusron Wahid menilai hal ini tak perlu jadi perdebatan karena NU bukanlah tempat untuk menyodorkan calon menteri.

"PBNU bukan tempat untuk nyodorin orang untuk jadi menteri. PBNU bukan kendaraan politik atau nyari kekuasaan. PBNU itu lembaga untuk ngurus umat. Kalau ada individu yang jadi menteri itu karena kapasitasnya," kata Nusron kepada detikcom, Kamis (9/6/2016).

Nusron memandang, yang terpenting ada unsur warga NU yang memenuhi kualifikasi dan profesional yang jadi menteri, dan punya keberpihakan kepada rakyat. "Tidak usah dipertentangkan dia dari PKB, PPP, Golkar atau Timses," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PBNU istiqomah sesuai khittah NU saja. Itu maunya dan kiai-kiai sepuh di NU. Urusan politik dan jabatan sudah ada ahli dan jalurnya masing-masing. Nanti kalau jalan nggak tahu jalurnya, malah kesasar," ingat Nusron.

Sebelumnya diberitakan Ketua PBNU Marsudi Syuhud menepis pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut ada enam menteri di kabinet kerja. "Dari NU tidak ada yang jadi menteri," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).

Marsudi menepis angka 6 menteri yang disebut Jokowi. Empat menteri dari PKB dianggapnya juga bukan perwakilan PBNU. "Yang 4 itu PKB. Khofifah itu timses. Dari PBNU tidak ada," ujarnya.

Meski begitu, Marsudi enggan bicara banyak soal rencana Jokowi merombak kabinet. Pihaknya menyerahkan kepada Presiden. "Masalah reshuffle urusan Presiden," ucap Marsudi.

Presiden Joko Widodo sendiri menyinggung soal jumlah menteri di kabinet yang berasal dari NU sebanyak 6 menteri dalam sambutan saat menghadiri peringatan haul tiga tahun meninggalnya Taufiq Kiemas, Rabu (8/6) kemarin, Jokowi tiba-tiba menyinggung reshuffle kabinet. Jokowi bicara soal jumlah menteri yang berasal dari kalangan NU. Di hadapan Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Jokowi menyebutkan jumlah menteri dari kalangan NU.

"Saya mau klarifikasi mengenai menteri NU. Tadi diam-diam saya hitung ada 6. Jadi NU ada," kata Jokowi dalam sambutannya di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, itu.

Sebaliknya Jokowi tak menghitung jumlah menteri asal Muhammadiyah. "Muhammadiyah, karena Dr Haedar enggak tanya, saya enggak ngitung," seloroh Jokowi disambut tawa hadirin. Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga dalam acara itu.

"Saya jadi ingat reshuffle kalau begini," tambah Jokowi lagi-lagi disambut tawa para tamu undangan.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads