"Saya nggak tega melihat wajah beliau. Karena matanya berkaca-kaca. Gimana pun beliau berpisah dengan barang kesayangannya," ujar salah seorang alumni SMA Kolese De Britto Herbert Gorgom.
Hal ini disampaikan Herbert saat dihubungi detikcom, Kamis (9/6/2016). Motor Suzuki FR80 ini memang telah dimiliki mantan guru Kimia ini sejak tahun 1977.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Sukma Indah P/detikcom |
Motor ini menjadi motor pertama sekaligus terakhir karena saat ini Hardjo tak diperbolehkan mengendarai motor akibat sakit jantung yang dideritanya.
Saat mengambil motor, Herbert sempat berfoto bersama sang guru. Tak ada pesan-pesan khusus yang dititipkan Hardjo tentang motornya.
"Hanya pesan-pesan teknis. Misalnya tangki bensinnya yang bocor, bensinnya boros, sama lampu depannya mati," kata Herbert.
Baca juga: Mengenal Mbah Hardjo, Pensiunan Guru yang Sumbangkan Rp 21 Juta Hasil Jual Motor
Meski butut, Herbert mengaku motor tersebut masih bisa dikendarai dengan lancar.
"Masih enak kok dipakai," tuturnya.
Motor butut milik Hardjo dilelang oleh para anak didiknya alumni Kolese De Britto secara online di Facebook. Pemenang lelang berhasil memiliki motor Hardjo dengan harga Rp 15,5 juta.
Foto: Sukma Indah P/detikcom |
Namun sebagai rasa hormat dan sayang para anak didiknya yang lain menambahkan nilainya sehingga mencapai angka Rp 36,4 juta. Kejutan dari para anak didiknya itu dibalas dengan kejutan mengharukan dari sang guru.
Tak gelap mata dengan perolehan lelang, Hardjo memutuskan untuk memberikan Rp 21,5 juta kepada Yayasan Bakti Luhur dan gereja. Kemurahan hati sang guru memberi pelajaran berharga bagi para muridnya
"Kenangan ini akan saya simpan sebagai pengingat untuk terus bisa menjalankan filsafat hidup seperti Pak Hardjo ini yang 'man for others'," kata Herbert. (sip/try)












































Foto: Sukma Indah P/detikcom
Foto: Sukma Indah P/detikcom