Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga, mengatakan, biasanya telur-telur itu dijual ke pedagang makanan. "Biasanya diolah lagi dan dijadikan isi bakso, atau isi cumi di warung nasi. Ini membahayakan kalau dibiarkan," katanya.
Telur-telur busuk itu diangkut menggunakan dua mobil pikap dan satu angkot ke kantor Disperindag Kota Bogor untuk dijadikan barang bukti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Farhan/detikcom |
Penyitaan tak berlangsung lancar. Neli sempat beradu mulut dengan petugas. Menurut dia, menolak telur-telurnya yang dibelinya diangkut petugas.
"Saya beli telur ini buat makan ikan. Mana mungkin saya jual buat makan orang. Saya tahu ini telur busuk. Nggak mungkin lah buat orang, ini buat lele," katanya dengan nada kesal.
Selain untuk menciptakan suasana nyaman dan melindungi masyarakat dari pedagang nakal, sidak ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut dari pengungkapan peredaran telur busuk yang dilakukan pada Rabu (8/6/) kemarin. Malam itu, petugas mengamankan 3.000 telur busuk siap edar dari seorang penjual di Pasar Bogor.
"Sidak ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari pedagang-pedagang nakal yang biasanya memanfaatkan tingkat beli masyarakat selama bulan Ramadan," lanjutnya. (try/try)












































Foto: Farhan/detikcom