Hasil Pantauan BPBD Bali Terkait Terjangan Air Laut ke Jalan dan Hotel di Sanur

Hasil Pantauan BPBD Bali Terkait Terjangan Air Laut ke Jalan dan Hotel di Sanur

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Kamis, 09 Jun 2016 13:28 WIB
Hasil Pantauan BPBD Bali Terkait Terjangan Air Laut ke Jalan dan Hotel di Sanur
Gelombang pasang di Sanur, Kamis 9 Juni 2016 (Foto: Kadek Suprapta M)
Jakarta - 5 Hari terakhir, air laut di selatan Bali naik. Jalanan, hotel, dan kafe di dekat pantai terkena dampaknya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali memastikan kondisi aman.

"Sementara aman. Tidak ada laporan korban atau kerusakan," kata petugas piket Pusdalops BPBD Bali, Suki Wayan, kepada detikcom, Kamis (9/6/2016).

Suki menjelaskan, berdasarkan data BPBD, gelombang pasang terjadi di perairan selatan Bali, seperti Sanur, Kuta, dan Klungkung. Sejauh ini kondisinya belum membahayakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya ke jalan dan beberapa titik, belum sampai merusak," jelas Suki.

Baca juga: Waspada! Gelombang Tinggi di Pesisir Masih Berpotensi Hingga Beberapa Hari

Dalam kesempatan terpisah, warga Sanur yang juga pelaku usaha wisata, Kadek Suprapta M, menyampaikan hari ini gelombang pasang lebih besar dibanding Rabu kemarin. Air laut masuk ke kawasan hotel dan kafe. Ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 14.00 Wita.

Menurut BKMG, fenomena ini tak hanya terjadi di Sanur, tapi juga di pantai selatan DIY, Aceh, Bengkulu, Sumbawa, hingga Nusa Tenggara Timur. Faktor pemicunya adalah posisi bumi, bulan, dan matahari dalam satu garis lurus. Gravitasi mengakibatkan air laut naik. Selain itu, ada anomali kenaikan air laut setinggi 15-20 cm.

Khusus di Pulau Jawa, gelombang pasang dan banjir rob juga terjadi di 24 wilayah. Ribuan rumah terendam rob dan ratusan orang terpaksa mengungsi. (trw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads