Pertamina Peragakan Cara Kerja Dispenser Kesesuaian BBM di SPBU Bintaro

Pertamina Peragakan Cara Kerja Dispenser Kesesuaian BBM di SPBU Bintaro

Massaul Khoiri - detikNews
Kamis, 09 Jun 2016 12:22 WIB
Pertamina Peragakan Cara Kerja Dispenser Kesesuaian BBM di SPBU Bintaro
Foto: Pertamina demonstrasikan pengisian BBM (Massaul/detikcom)
Jakarta - Pertamina melakukan demonstrasi cara kerja dispenser dan kesesuaian takaran BBM di SPBU 34-12301 Bintaro. Hal tersebut menanggapi kecurangan yang terjadi belakang di SPBU Ciputat.

Awan Raharjo selaku Senior Sales Eksekutif Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjelaskan, semua pembeli akan dilayani dan ditanya berapa pembeliannya.

"Pertama-tama kita tanya berapa rupiah atau liter yan akan dibeli kepada pelanggan. Tetapi wadah kita ganti dengan bejana tera ukuran 20 liter. Begitu nozel ditarik maka dispenser dalam posisi on," jelas Awan mengawali penjelasannya kepada wartawan di Jalan RC Veteran, Bintaro, Jaksel, Kamis (9/6/2016).

"Begitu pengisian dan dipastikan terisi 20 liter sesuai layar di mesin dispenser. IC meter (alat pengukur) pun masih disegel oleh dinas meteorologi," sambung Awan.

Di dalam bejana tera, BBM di dalamnya pun diukur. Pengukuran menggunakan alat meter di bejana tera.

"Ada alat bejana tera dan ditera oleh badan metereologi. Di bagian samping bejana tera, ada meter tetap dan bergerak. Fungsinya meter tetap adalah sebagai acuan untuk meter bergerak. Meter bergerak dalam hal ini mewakili jumlah BBM di dalam bejana," urai Awan.

Pertamina demonstrasikan pengisian BBM (Massaul/detikcom)


Nugroho sebagai penera di UPT Metrologi Dinas UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta menambahkan, karena dispenser sudah dipakai berkali-kali maka pasti ada kecacatan di dalamnya. Maka pada saat itulah dispenser harus diatur ulang menjadi Nol atau kalau sudah di atas batas toleransi maka alat tersebut harus diganti oleh pemilik SPBU.

"Dalam 10 liter diberikan toleransi 50 ml lebih maupun kurang. Karena alat ada cacat setelah dipakai berkali-kali. Kalau alat gak bisa di stel maka harus diganti. Jadi 0,5 persen merupakan batas toleransi kurang atau lebihnya takaran pengeluaran BBM dari sebuah nozel (atau ujung mesin pompa BBM)," jelas Nugroho.

Selain itu kata Nugroho, penera akan menegecek surat tera dan melihat keamanan segel. Menurutnya segel tersebut akan melindungi IC meter.

"Kita cek surat tera dan lain-lain. Kita lihat segel. Selama tidak dirubah, maka segel akan melindungi di IC meter. Segel kedua kita cek. Kita akan ambil 3 kali sample untuk memastikan hasil. Kalau hasil minus maka akan kita ubah. Selama masih bisa di atur maka kita atur jadi Nol," pungkas Nugroho.

Pertamina demonstrasikan pengisian BBM (Massaul/detikcom)
(rvk/rvk)


Berita Terkait