Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/6/2016) menceritakan, pada satu momen, di dekat Megawati sudah ada Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo.
"Kalau dengan Bu Mega, barengan Pak Jokowi. Kita bercanda saja, duduk sebentar, lalu makan," kata Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok pun mengiyakan ajakan Jokowi untuk duduk di dekat Megawati. Megawati menyambut ramah, menyebut Ahok sebagai teman Jokowi. Ahok menimpali Megawati, Jokowi memang teman akrabnya.
"Kata Ibu, (saya) teman Jokowi. Terus saya bilang, 'Ibu (Megawati) juga suka bilang sohibmu, Pak jokowi ini sohib saya'," ujar Ahok.
Suasana semalam berlangsung santai alias cair. Tak ada ketersendatan suasana. Ahok menilai suasana santai bersama pucuk pimpinan PDIP itu adalah suasana yang biasa dialaminya sejak dulu.
"Dari dulu cair melulu. Kapan sih yang kental? Emang susu kental manis?" kata Ahok setengah berkelakar.
Namun demikian, bukan berarti Ahok tergoda untuk menjadi kandidat cagub dari PDIP. Dia tetap teguh untuk menempuh jalur independen menuju Pilgub DKI 2017.
"Ya dong (tetap independen). Sekarang begini, lihat teman-teman keluarin Undang-undang bilang verifikasi kalau didatangi enggak ada di rumah tiga hari harus dtg ke PPS," kata Ahok. (dnu/tor)











































