Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan anggota TNI Kolonel Agus Listyowarno yang terlibat sindikat peredaran uang palsu akan diproses hukum. Pelaku yang bertugas di Kemhan tersebut menurut Ryamizard harus dihukum berat atas perbuatannya.
"Pokoknya yang salah dihukum terserah saja mau dihukum apa. Hukum potong tangan terserah," ujar Ryamizard kepada wartawan di Jalan Teuku Umar, Jakpus, Rabu (8/6/2016).
Dia memastikan proses hukum terhadap Kolonel Agus akan dilakukan oleh POM TNI. Pengungkapan sindikat ini dilakukan oleh Bareskrim Polri.
Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul sebelumnya mengatakan, berdasarkan keterangan orang Bank Indonesia yang telah diperiksa sebagai saksi, kualitas uang palsu yang diamankan cukup halus
Pembuatannya dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, kata Martinus, dilakukan dengan printer untuk menghaluskan. Lalu cara kedua dilakukan dengan sablon untuk menunjukkan tanda airnya.
"Jadi kalau dilihat dari keterangan BI ini uang palsunya cukup baik, cukup halus sehingga sulit untuk dideteksi. Tetapi karena upaya dari penyidik Bareskrim kita bisa mencegah untuk tidak tersebarnya," ujar Martinus
Selain itu, lanjut Martinus, nomor seri yang digunakan pelaku juga terungkap. Pelaku menggunakan nomor seri yang asli yang memang sudah keluar dan beredar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cara membedakan uang asli dan palsu dengan melihat tanda air, meraba dan lainnya.
"Kemudian kalau ragu juga serahkan ke pihak kepolisian untuk didata. Kepolisian akan menyerahkan kepada BI untuk mendata dan mengetahui jumlah uang palsu itu," tutupnya.
"Pokoknya yang salah dihukum terserah saja mau dihukum apa. Hukum potong tangan terserah," ujar Ryamizard kepada wartawan di Jalan Teuku Umar, Jakpus, Rabu (8/6/2016).
Dia memastikan proses hukum terhadap Kolonel Agus akan dilakukan oleh POM TNI. Pengungkapan sindikat ini dilakukan oleh Bareskrim Polri.
Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul sebelumnya mengatakan, berdasarkan keterangan orang Bank Indonesia yang telah diperiksa sebagai saksi, kualitas uang palsu yang diamankan cukup halus
Pembuatannya dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, kata Martinus, dilakukan dengan printer untuk menghaluskan. Lalu cara kedua dilakukan dengan sablon untuk menunjukkan tanda airnya.
"Jadi kalau dilihat dari keterangan BI ini uang palsunya cukup baik, cukup halus sehingga sulit untuk dideteksi. Tetapi karena upaya dari penyidik Bareskrim kita bisa mencegah untuk tidak tersebarnya," ujar Martinus
Selain itu, lanjut Martinus, nomor seri yang digunakan pelaku juga terungkap. Pelaku menggunakan nomor seri yang asli yang memang sudah keluar dan beredar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cara membedakan uang asli dan palsu dengan melihat tanda air, meraba dan lainnya.
"Kemudian kalau ragu juga serahkan ke pihak kepolisian untuk didata. Kepolisian akan menyerahkan kepada BI untuk mendata dan mengetahui jumlah uang palsu itu," tutupnya.











































