Maryatun (39) yang berprofesi sebagai pedagang kelontong di pasar Muara Baru mengeluhkan kerugian usahanya akibat banjir rob dan tanggul jebol. "Saya nggak bisa jualan ini. Biasanya pagi jualan makanan, ini karena rob jadi gak bisa jualan lagi," keluh Maryatun saat ditemui detikcom, Selasa (9/6/2016).
"Ini juga masuk sampai ke dalam. Kemarin sampai sebetis," sambung Maryatun yang menjelaskan kondisi saat banjir rob melanda Muara Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ujian mungkin ya buat orang yang puasa. Mungkin biar pahalanya banyak," terangnya.
Dalam sehari Maryatun dapat mengantongi uang sebesar Rp 1 juta. Namun sejak terkena banjir rob selama 5 hari maka kerugian yang dideritanya berkali-kali lipat. "Kalau banjir begini kan enggak ada yang beli," ucapnya.
Pak Oji (41) yang berjualan ikan di Muara Karang mengalami kerugian yang sama. Ikan-ikan miliknya tidak laku habis terjual. "Pelanggan juga ada yang malas kalau mau beli. Sampai ini kadang ada yang puter balik kagak jadi beli," kata Oji.
"Repot juga kalo banjir kasian pelanggan," keluh Oji,
(tfq/trw)











































