Sergap Kapal Penyelundup di Sumut, 5 Petugas Bea Cukai Terluka karena Dimolotov

Sergap Kapal Penyelundup di Sumut, 5 Petugas Bea Cukai Terluka karena Dimolotov

Jefris Santama - detikNews
Rabu, 08 Jun 2016 10:50 WIB
Sergap Kapal Penyelundup di Sumut, 5 Petugas Bea Cukai Terluka karena Dimolotov
Ilustrasi (Foto: Agus Siswanto/dok detikcom)
Medan - Petugas bea dan cukai mendapatkan perlawanan saat hendak melakukan penyergapan terhadap kapal penyelundup di Perairan Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Massa menyerang petugas dengan bom molotov, petasan, obor dan bensin.

"Akibat serangan itu, ada lima orang petugas mengalami luka bakar ringan di bagian leher, tangan dan kepala," kata Kasi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung, M Firdaus kepada detikcom, Rabu (8/6/2016).

Firdaus menyatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/6/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, petugas sedang melakukan patroli dan melihat adanya iring-iringan 3 kapal dari Malaysia menuju Tanjung Balai. 3 kapal itu terdiri dari dua kapal sarat muatan masing-masing sekitar 50 ton dengan masa masing-masing sekitar 50 orang. Sedangkan satu kapal lagi bermuatan massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas yang melakukan pengejaran terhadap kapal itu mendapati ratusan massa telah menyalakan obor. Ketika hendak didekati, massa menyerang kapal patroli dengan petasan, obor dan bom molotov.

"Kita sudah melakukan penembakan peringatan untuk menghentikan laju kapal penyelundup. Namun, massa tak mengindahkan. Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan penembakan terhadap lambung kapal," ujar Firdaus.

Petugas yang melakukan penembakan peringatan itu tetap tak diindahkan. Massa tetap memaksa untuk masuk ke Tanjung Balai dengan cara menyiramkan bensin dan melenyulutkan api ke kapal patroli.

"Jadi kapal patroli sempat terbakar dan akhirnya kita memilih untuk menyelamatkan kapal dan personel. Kapal patroli yang mengalami kebakaran berhasil dipadamkan dibagian haluan. Kemungkinan kapal penyelundup itu membawa bal press dan bisa jadi ada narkotikanya karena perlawanan dari massa cukup beringas," tandas Firdaus. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads