"Informasi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi tektonik dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas tumbukan lempeng teknonik. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi memiliki sesar naik (thrust fault)," tulis Daryono dalam keterangan tertulis yang diperoleh detikcom, Rabu (8/6/2016).
"Jika kita memperhatikan letak episenter gempa bumi, tampak bahwa pusat gempa bumi yang terjadi berasosiasi dengan zona akumulasi tegangan akibat aktivitas penekanan (kompresi) lempeng tektonik, yaitu dorongan Lempeng Laut Filipina dari arah timur (Busur Halmahera) dan dari arah barat Lempeng Eurasia (Busur Sasngihe) yang menekan ke timur secara relatif hingga timbul medan tegangan pada zona punggungan Mayau (Mayau Ridge)," urainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Implikasi sistem tektonik ini menjadikan aktivitas seismistas di zona Punggungan Mayau sangat tinggi dan terjadi pada kedalaman dangkal kurang dari 60 km," kata Daryono.
Daryono mengungkapkan, sistem tektonik tersebut mengakibatkan sebagian besar aktivitas gempa bumi yang terjadi di kawasan ini memiliki mekanisme sumber sesar naik yang merupakan ciri gempa bumi hasil tumbukan lempeng (plate colission). Sehingga sangat relevan jika mekanisme sumber gempa bumi ini berup penyesaran naik (thrust fault).
Walaupun gempa bumi berpusat di laut dengan mekanisme sesar naik, tetapi gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena kekuatannya tidak cukup untuk membangkitkan perubahan di dasar laut secara signifikan untuk memicu terjadinya tsunami. Sehingga menurut Daryono sudah sepatutnya warga sekitar mensyukuri.
Lebih lanjut, sejumlah daerah ikut merasakan guncangan akibat gempa tektonik ini. Guncangan terasa hingga Ternate, Halmahera Barat dan Tomohon, Sulawesi Utara.
Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam pasca gempa bumi sudah terjadi gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak dua kali dengan kekuatan 4,3 SR. Kecenderungan aktivitas gempa bumi susulan kekuatannya terus melemah.
Berdasarkan data magnitudo, gempa bumi susulan ini tidak berpotensi adanya guncangan dengan kekuatan yang lebih besar. Untuk itu, Daryono mengimbau agar masyarakat di Pulau Mayau, Sulawesi Utara; Halmahera dan Ternate tetap tenang mengingat gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (aws/dnu)











































