JPO Pasar Gembrong Dipakai Salat Tarawih, Dishub DKI: Nanti Seminggu Juga Sepi

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 08 Jun 2016 08:55 WIB
Foto: Masaul/detikcom
Jakarta - Sebagian masyarakat sekitar kawasan Pasar Gembrong di Jalan Basuki Rachmat, Jakarta Timur menjalankan ibadah tarawih di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) lantaran kapasitas Musala Miftahul Jannah yang terbatas. Kadishubtrans DKI Andri Yansyah menyebut ini bukan lagi hal baru di sana.

Menurut Andri wajar saja di awal pekan Ramadan antusiasme warga untuk beribadah salat tarawih masih tinggi. Lagipula digunakannya JPO sebagai tempat beribadah juga dinilainya tidak mengganggu.

"Itu karena masjid tidak bisa menampung jamaah yang salat tawarih, kebetulan saja JPO dekat masjid. Nanti juga seminggu sudah sepi. Nanti salat Idul Fitri ramai lagi dan dipakai lagi," terang Andri saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/6/2016).

"Dan memang enggak bisa dicegah karena jamaahnya membludak dan tidak ada tempat lagi. Itu sifatnya temporer, kan dulu bapak camat situ 3,5 tahun," imbuhnya.

Sebelum menjabat sebagai Kadishubtrans DKI, Andri memang pernah menjadi camat. Semasa ia menjadi camat itu pun kerap melihat JPO tersebut dimanfaatkan warga untuk tempat beribadah.

Salat Tarawih di Jalanan Pasar Gembrong (Aditya Fajar/detikcom)


Warga yang tarawih juga dinilai tidak memakan jalan, sehingga masih memberi ruang bagi warga yang hendak lewat JPO. Malahan menurut Andri, masyarakat yang lewat JPO itu akan merasa lebih aman karena adanya warga yang melaksanakan tarawih.

"Lagipula masyarakat yang menyeberang tidak terganggu karena masih ada ruang atau jalur untuk lewat. Malah terasa aman karena banyak warga yang salat, jadi ramai," tutup Andri.

detikcom sempat menyambangi lokasi di sekitar JPO Pasar Gembrong belum lama ini. Terlihat jamaah pria naik ke atas JPO. Mereka kemudian membentuk barisan salat. Speaker yang nyaring membuat lantunan ayat suci alquran yang dibacakan imam terdengar hingga sampai ke JPO.

"Ini biasa setiap tahun begini kalau tarawih," jelas seorang warga.

Walau JPO digunakan, para penyeberang yang ingin melintas bisa lewat. Ada satu jalur yang disisakan untuk pejalan kaki. (aws/dra)