Namun jangan salah, meskipun kecil Musala ini amat ramai ketika tarawih dan salat ied Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Seperti yang detikcom lihat malam ini, Selasa (7/6/2016), ketika salat tarawih jamaah sampai melakukannya di JPO karena hujan mengguyur jalanan yang dipakai untuk salat.
Menurut pengurusnya, musala yang terletak di Kelurahan Cipinang Besar utara, RT 12/02, Kecamatan Jatinegara tersebut memang ramai sejak dibangun pada tahun 1960-an. Musala pun pernah mengalami renovasi menjadi dua tingkat pada tahun 1993-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salat Tarawih di Jalanan Pasar Gembrong (Aditya Fajar/detikcom) |
Menurut Ramli, keramaian jamaah dikarenakan orang-orang di sekitar musala sudah sadar diri akan pentingnya beribadah. Warganya pun menurut dia sebagian ada yang asli dan ada juga pendatang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kegiatan yang paling menonjol di sini selama ramadan yaitu seperti yang lain ada tadarus, ada pula peringatan malam Nuzulul Quran, kita adain doa bersama. Kalau mempunyai rezeki lebih kita adain malam lailatul qadar dan lebih sendiri-sendiri," urai Ramli.
Perjalanan waktu berpuluh tahun tak membuat musala sepi dari jamaahnya. Kata Ramli, sebelum musala sedikit lebih bagus sampai bertingkat dua jamaahnya mengalahkan masjid yang ada.
"Sebelum jalan raya sebelah ini dibangun jamaah kita sudah meluber ke jalan. Bahkan jamaah masjid juga datangnya kesini," jelas dia.
Menurut pengurus yang lain, Ustaz Kadiman (63), pada tahun 1993, saat pembangunan musala menjadi dua lantai terjadilah pembagian disitu. Musala bagian atas dipakai untuk jamaah wanita sementara yang bawah dipakai untuk laki-laki.
"Bawah buat bapak-bapak dan di atas buat ibu-ibu. Itu pas renovasi tahun '93. Biar enggak menumpuk jadi satu jamaahnya," jelas Kadiman.
Menurut Kadiman, musala tersebut yang berada di pinggir kali selalu terendam banjir saat belum dibangun KBT (Kanal Banjir Timur).
"Musala ini kan di pinggir kali dan sekarang sudah gak aktif karena ada proyek KBT. Sebelum ada KBT mushala ini banjir terus. Alhamdulilah setelah ada KBT gak banjir lagi," jelas Kadiman .
Menurut kedua pengurus tersebut, keramaian Musala Miftahul Jannah tidak hanya terjadi saat Salat Tarawih. Akan tetapi, bahkan membludaknya jamaah terjadi saat salat Idul Fitri dan Idul Adha karena sampai menutup jalan tersebut sampai dua jam.
"Disini itu juga dipakai lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Jemaah yang enggak muat di masjid At-Taqwa milik kelurahan akan lari ke sini. Kalau salat ied jalannya di sini ditutup," jelas mereka berdua.
"Penuh di jalananan oleh jamaah. Kita juga izin sama pihak kepolisian. Pas lebaran kumpul warga dari 12 RT di kelurahan ini," sambung mereka menggambarkan suasananya.
(dnu/dnu)











































Salat Tarawih di Jalanan Pasar Gembrong (Aditya Fajar/detikcom)