Fahri Minta Formulir Calon Independen Diseragamkan, Hanura: Tak Relevan

Fahri Minta Formulir Calon Independen Diseragamkan, Hanura: Tak Relevan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 07 Jun 2016 17:28 WIB
Fahri Minta Formulir Calon Independen Diseragamkan, Hanura: Tak Relevan
Miryam S Haryani bersama Ketum Hanura Wiranto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta KPU menyiapkan formulir standar untuk calon independen yang ingin maju di Pilkada. Hanura menganggap usul Fahri ini tidak relevan dan tidak urgen.

"Usulan untuk menyeragamkan formulir pendaftaran bagi calon independen dalam pilkada sangat tidak relevan dan tidak nampak urgensinya," kata Ketua DPP Hanura Miryam S Haryani saat dihubungi, Selasa (7/6/2016).

Miryam menuturkan bahwa yang terpenting bagi calon independen adalah adanya dukungan yang diwujudkan dalam bentuk fotocopy KTP. Urusan formulir, menurutya, tak perlu dikhawatirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama calon independen tersebut sudah memenuhi persyaratan itu tidak perlu khawatir dengan persoalan formulir. Bagi saya formulir yang seragam hanya ide yang tidak melalui pemikiran yang matang karena seharusnya dipertimbangkan dulu apa urgensinya itu," papar Ketum Srikandi Hanura ini.

Dia pun meminta semua pihak tidak mengintervensi KPU soal calon perseorangan ini. Apalagi, sebelumnya KPU sudah sukses berkali-kali memverifikasi calon perseorangan.

"Sudah dari beberapa pelaksanaan pilkada sebelumnya sudah ada calon independen dan yang perlu digarisbawahi KPU sudah sukses melaksanakan itu, sehingga tak perlu ada intervensi hingga pada persoalan formulir pendaftaran," ungkap Miryam.

Sebelumnya, Fahri menyebut formulir standar ini disebutnya untuk menyeragamkan syarat dukungan bagi calon-calon independen. Sehingga setiap dukungan memiliki format yang sama.

"Jangan orang bikin formulir dengan bentuk yang dibuat sendiri, itu nanti tidak masuk ke dalam sistem. Formulir standar, ada alatnya dan seterusnya," tutur Fahri di Gedung DPR pagi tadi.

Ini tentu saja merujuk pada apa yang dilakukan pendukung Gubernur DKI Basuki T petahana (Ahok), Teman Ahok, yang sudah menyiapkan formulir sendiri untuk program satu juta KTP. Jika formulir standar ini benar diberlakukan, Teman Ahok harus kembali mengulang kerjanya. (imk/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini