Wanjakti akan Telusuri Rekam Jejak Calon Kapolri untuk Diberikan ke Presiden

Wanjakti akan Telusuri Rekam Jejak Calon Kapolri untuk Diberikan ke Presiden

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 07 Jun 2016 17:00 WIB
Wanjakti akan Telusuri Rekam Jejak Calon Kapolri untuk Diberikan ke Presiden
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar (Idham/detikcom)
Jakarta - Mabes Polri, lewat Wanjakti (dewan kepangkatan dan jabatan tinggi) berhak memberikan rekomendasi kepada Presdien terkait Calon Kapolri. Untuk memberikan rekomendasi itu, Wanjakti melakukan penelusuran rekam jejak kepada para calon.

"Berdasarkan rekam jejak itulah akan dibahas di internal dan akan ditentukan, biasanya tidak satu nama tapi ada beberapa nama. Karena dalam penentuan calon kapolri ini sepenuhnya hak prerogatif Polri dengan persetujuan DPR RI," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2016).

Selain dari Wanjakti, ada beberapa pihak eksternal yang juga bisa memberikan masukan ke Presiden terkait calon Kapolri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya ada juga masukan dari luar termasuk juga masukan dari Kompolnas itu kan lembaga yang bisa memberikan pandangan-pandangan ya. Tapi pada prinspinya Polri itu kan memiliki sistem pembinaan karir dengan melakukan record terhadap jejak rekam masing-masing perwira tinggi yang ada. Rekam jejak yang ada itulah nanti yang akan dipilih beberapa perwira tinggi Polri yang dinilai Wanjakti memiliki kompetensi untuk menjadi Kapolri,"

Kriteria calon kapolri kata Boy tentu harus memiliki kemampuan pemimpin dan pengalaman berbagai bidang tugas. Selain itu faktor usia juga menjadi pertimbangan calon kapolri.

"Tentunya dari sisi berbagai sisi dilihat. Kemampuan kepemimpinan, pengalaman bidang tugas sebelumnya, berkaitan dengan usia menjelang pensiun, itu jadi juga hal-hal yang diperhatikan selama ini. Pada umumnya perwira tinggi yang berpangkat komisaris jenderal bintang tiga, pada umumnya mereka yang punya kans jadi calon Kapolri. Tentu melihat dari sisa masa dinasnya. Kalau ada perwira tinggi yang akan pensiun tahun ini, itu akan jadi pertimbangan juga," paparnya. (ed/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads