Kota Berwawasan Lingkungan, Makassar Jadi Tamu Kehormatan Forum Global di Denmark

Kota Berwawasan Lingkungan, Makassar Jadi Tamu Kehormatan Forum Global di Denmark

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Selasa, 07 Jun 2016 16:59 WIB
Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto, dalam acara forum global di Kopenhagen, Denmark, Selasa 7 Juni 2016 (Foto: Istimewa)
Makassar - Wali Kota Makassar Ramdhan "Danny" Pomanto menjadi tamu kehormatan dalam konferensi Global Green Growth Forum (3GF) di Kopenhagen, Denmark, Senin-Selasa (6-7/6/2016).

Berkat kepedulian dan komitmen pemerintah Kota (pemkot) Makassar mengedepankan pembangunan kota berwawasan lingkungan atau "green growth", Makassar menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang diundang langsung Perdana Menteri Denmark Lars Lekke Rasmussen menjadi peserta konferensi 3GF, yang membahas solusi green growth yang praktis dan terukur dalam konteks pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan sebuah iklim baru tahun 2030.

Danny pada detikcom menyebutkan, pertemuan 3GF dihadiri 250 pemimpin dan pengambil kebijakan yang terdiri dari pemerintah, bisnis, keuangan, sipil, masyarakat, dan organisasi internasional, yang mendiskusikan tiga pembahasan penting yakni kota sebagai penggerak green growth, energi, dan sumber daya alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Isu yang mengemuka dalam forum tersebut sangat sejalan dengan program Pemkot Makassar yang telah mencanangkan tahun 2016 sebagai tahun Infrastruktur dan penghijauan. Wawasan pembangunan infrastruktur kota tetap didasarkan pada lingkungan. Kelestarian lingkungan perkotaan telah menjadi isu penting dan diterapkan di berbagai kota-kota dunia khususnya di Eropa. Komitmen ini juga yang ingin kita tunjukkan dalam forum internasional kali ini," tutur Danny.

Wali Kota Danny Pomanto di tengah forum global di Kopenhagen (Foto: Istimewa)

Di kota Makasar sendiri, lanjut Danny, sejak awal memimpin kota "Anging Mammiri" ini telah menggagas dan meluncurkan berbagai program kebersihan dan penghijauan.

Beberapa yang telah diimplementasikan seperti gerakan Makassarta Tidak Rantasa (MTR), LiSA (Liat Sampah Ambil) dan lorong Garden (Longgar). Keseluruhan program tersebut telah memasyarakat dan bahkan membuahkan Piala Adipura pada tahun 2015 yang lalu.

Selain itu, beberapa fasilitas penunjang seperti mobil truk sampah Tangkasaki yang dilengkapi aplikasi GPS. Serta memulai proyek pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa dengan didukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau "waste to energy", serta pabrik pengolahan bijih plastik dari sampah plastik yang telah didaur ulang. (mna/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads