Berkat kepedulian dan komitmen pemerintah Kota (pemkot) Makassar mengedepankan pembangunan kota berwawasan lingkungan atau "green growth", Makassar menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang diundang langsung Perdana Menteri Denmark Lars Lekke Rasmussen menjadi peserta konferensi 3GF, yang membahas solusi green growth yang praktis dan terukur dalam konteks pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan sebuah iklim baru tahun 2030.
Danny pada detikcom menyebutkan, pertemuan 3GF dihadiri 250 pemimpin dan pengambil kebijakan yang terdiri dari pemerintah, bisnis, keuangan, sipil, masyarakat, dan organisasi internasional, yang mendiskusikan tiga pembahasan penting yakni kota sebagai penggerak green growth, energi, dan sumber daya alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Di kota Makasar sendiri, lanjut Danny, sejak awal memimpin kota "Anging Mammiri" ini telah menggagas dan meluncurkan berbagai program kebersihan dan penghijauan.
Beberapa yang telah diimplementasikan seperti gerakan Makassarta Tidak Rantasa (MTR), LiSA (Liat Sampah Ambil) dan lorong Garden (Longgar). Keseluruhan program tersebut telah memasyarakat dan bahkan membuahkan Piala Adipura pada tahun 2015 yang lalu.
Selain itu, beberapa fasilitas penunjang seperti mobil truk sampah Tangkasaki yang dilengkapi aplikasi GPS. Serta memulai proyek pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa dengan didukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau "waste to energy", serta pabrik pengolahan bijih plastik dari sampah plastik yang telah didaur ulang. (mna/trw)