Air Sumur Tercemar Limbah, Warga Ancam Boikot PLTD

Air Sumur Tercemar Limbah, Warga Ancam Boikot PLTD

- detikNews
Senin, 21 Mar 2005 19:27 WIB
Ambon - Tercemarnya sumur warga oleh solar yang diduga berasal dari limbah pembuangan PT PLTD Hative Kecil, mengakibatkan air sumur tersebut tidak dapat dikonsumsi. Tidak adanya penjelasan resmi dari pihak Dinas Kesehatan dan DPRD Kota Ambon terkait hasil pemeriksaan air sumur yang tercemar membuat masyarakat setempat naik pitam dan siap memboikot PLTD."Semua warga sudah resah dan merencanakan akan memboikot aktivitas PLTD dalam waktu dekat jika tidak ada penanganan persoalan ini," kata Kepala Desa Hative Kecil, Muriani, kepada detikcom di kediamannya, Ambon, Senin (21/3/2005). Informasi pelarangan konsumsi air sumur dari DPRD dan dinas kesehatan inilah yang menimbulkan kemarahan warga setempat untuk meminta pertanggungjawaban PT PLTD yang dianggap telah mencemarkan sumur-sumur mereka.Menurut Kades Hative Kecil, warga desa saat ini sangat kesulitan mengkonsumsi air bersih. "Bayangkan delapan sumur yang ada dikatakan tercemar, lalu warga Hative Kecil mau ambil air bersih di mana? Kami butuh kejelasan kapan sumur tersebut bisa dikonsumsi kembali, jangan biarkan masalah ini terlunta-lunta tanpa ada penyelesaiannya," tandasnya.Pihak kesehatan, tambah Muriani, mestinya setiap hari meneliti sumur-sumur tersebut agar warga bisa kembali mengkonsumsinya. Mendengar keluhan Kades Hative Kecil, Ketua Komisi C DPRD Ambon, Alambarcis Pelupessy yang ditemui di gedung DPRD Kota Ambon, Jl. Rijali Ambon, membenarkan bahwa masyarakat dilarang mengkonsumsi air dari Galian C.Hasil penelitian Dirjen Kesehatan Pusat menunjukkan unsur yang terkandung pada sumur tersebut mengandung zianida dan zeron. "Sampel yang diambil pada waktu itu ada tujuh, setelah diteliti mengandung zianida dan zeron. Otomatis air tersebut hanya bisa dipakai untuk mencuci dan mandi saja, tidak bisa diminum," ujar Pelupesy.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Hans Liesay, saat ditemui di Rumah Sakit Swasta Valentine mengatakan dirinya melarang warga masyarakat Hative Kecil untuk mengkonsumsi air sumur. "Hanya bisa untuk cuci dan mandi, karena daerah sekitar PLTD semuanya sudah tercemar limbah minyak yang meresap ke dalam tanah sehingga ditakutkan akan mengancam kehidupan warga," katanya. (ast/)


Berita Terkait