"Sebenarnya untuk menjalankan roda pemerintahan di Jakarta meskipun PDIP telah dipercaya rakyat mendapatkan 28 kursi tapi kesadaran politik kami untuk mendorong jembatan persahabatan dengan parpol lain, sehingga ada proses dialog," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuturkan pentingnya bangunan koalisi ini, kepada detikcom, Selasa (7/6/2016).
Lewat koalisi ini PDIP ingin memberikan pesan politik. Bahwa berpolitik itu tidak boleh dengan angkuh dan sombong tapi mengayomi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itulah jembatan pesahabatan itu terus menerus," imbuhnya.
Parpol-parpol tersebut pun bakal membahas banyak hal. Salah satunya adalah membahas siapa cagub dan cawagub DKI yang akan diusung sama-sama.
"Mendialogkan tidak hanya soal pemimpin. Kita ini seolah berhenti kepada sosok pemimpin, kita lupa menyiapkan bagaimana roda pemerintahan yang bersahabat, memberdayakan birokrasi, bukan mencaci birokrasi," katanya.
Lalu siapa sebenarnya yang berpolitik dengan benteng keangkuhan dan mencaci birokrasi yang bisa jadi disindir PDIP?
(van/trw)











































