Andalkan SBY, Partai Demokrat Akan Ditinggal Pendukungnya
Senin, 21 Mar 2005 18:14 WIB
Jakarta - Partai Demokrat (PD) harus siap untuk ditinggalkan pendukungnya bila masih sangat mengandalkan figur SBY. Ini disebabkan oleh lebih banyaknya pemilih PD yang merupakan pendukung SBY dalam Pemilu 2004 lalu. Hal ini disampaikan oleh Effendy Ghazali, pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia dalam acara peluncuran dan bedah buku Partai Demokrat dan SBY Mencari Jawab Sebuah Masa Depan, karangan Ketua DPP Pemuda Partai Demokrat Akbar Faizal di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (21/3/2005).Menurut Effendy, PD adalah partai yang masih sangat tradisional dan mengandalkan figur SBY yang pada saat itu memang seperti diplot untuk mengganjal Mega. "Pada masa itu, SBY selalu disandingkan menjadi satrio piningit, saya rasa itu sangat bertolak belakang, dimana SBY sebenarnya terlihat sangat obral janji dan peragu," katanya.Effendy menyatakan, hal inilah yang menyebabkan turunnya suara dan performansi partai yang didominasi warna biru ini pasca pemilu 2004. "Setelah pemilu, Partai Demokrat terlihat sangat menurun karena pemilih partai ini kebanyakan adalah pendukung SBY, bukan pendukung Partai Demokrat," katanya.Sebenarnya, tambah Effendy, perpecahan dalam PD sudah ada pada awal berdirinya partai tersebut. "Persoalan dalam partai ini adalah kaderisasi yang tidak ada, bahkan program pun tidak ada. Jadi hanya mengandalkan figur dari SBY saja," ujarnya.Sedangkan mengenai mundurnya jadwal kongres Partai Demokrat terus menerus, Effendy menilai ada kesan SBY ingin agar PD menyelesaikan dulu permasalahannya.Syarat Calon KetumSementara itu, Ketua DPP Pemuda Partai Demokrat, Akbar Faizal mengatakan, ada 4 prasyarat calon ketua umum PD. Pertama, harus dapat mengamankan kebijakan SBY selama pemerintahannya. Kedua, orang tersebut harus menyatakan kepada publik, pendapatan suara pada Pemilu 2009 minimal sebesar 15%.Prasyarat ketiga, figur calon ketum tidak pernah terlibat praktek KKN. Dan prasyarat terakhir, harus dapat mengakomodir minimal 40% anak muda dalam kepemimpinannya nanti.Akbar juga menjelaskan, jadwal kongres yang tertunda beberapa kali antara lain adalah karena sangat sulit mencari waktu luang SBY, apalagi setelah bencana di Aceh Desember lalu."Kira harus selalu mengikuti SBY karena saat ini sangat tidak mungkin kita meninggalkan dia, dan 2 atau 3 tahun ke depan kita masih sangat mengharapkan figur SBY," ujarnya.
(ast/)











































