Sejak matahari terbit hingga terbenam, umat Islam menahan lapar dan dahaga. Umumnya di Indonesia, umat muslim menjalankan puasa selama 13-14 jam per hari.
Namun rupanya rentang waktu puasa setiap negara di belahan dunia berbeda-beda. Hal itu dikarenakan adanya kemiringan sumbu rotasi bumi dalam mengitari matahari. Oleh sebabnya sejumlah negara di belahan bumi utara, khususnya negara yang memiliki musim dingin pada bulan-bulan tertentu akan menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan. Begitu juga sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah berbeda dengan Islandia, negara yang letaknya di ujung selatan bumi yaitu Chile tepatnya di Kota Punta Aires memiliki waktu puasa yang sangat singkat. Penduduk di sana menjalankan ibadah puasa sekitar 9 jam saja.
Negara-negara yang letaknya di utara garis khatuliswa memiliki waktu puasa lebih lama dari negara selatan khatulistiwa. Rentang waktu puasa Kota Jeneau di Alaska, Ameria Serikat mencapai sekitar 19 jam. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan rentang waktu dengan beberapa negara Eropa, seperti Berlin, Jerman dan London, Inggris.
Akan tetapi, untuk kota New York dan Los Angeles, Amerika Serikat serta Kairo, Mesir rentang waktu puasa berkisar antara 15-16 jam. Sementara itu Kota Beijing, China rentang waktu puasanya mencapai kurang lebih 17 jam.
Untuk di Kota Makkah, Arab Saudi lama waktu puasa mencapai sekitar 14 jam. Kemudian di Kota Rio de Jeneiro, Brasil lamanya mencapai kurang lebih 12 jam. Sedangkan Kota Sydney, Australia lebih singkat sekitar 11 jam. (aws/ega)











































