Politikus PDIP Charles Honoris mengatakan spanduk itu bukan dipasang oleh dirinya, juga bukan oleh partainya. Relawan Ahok-Djarot disebutnya bukan beranggotakan kader PDIP.
"Tidak lah. Masa PDIP bikin spanduk Ahok-Djarot? Kan partai belum menetapkan calon," kata Charles saat dihubungi, Senin (6/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa sah-sah saja ya kalau mulai muncul berbagai kelompok relawan menjelang pilkada DKI. Namanya juga Pilkada, ya wajar lah kalau masyarakat mulai berkumpul dan membentuk wadah dukungan untuk calon tertentu," kata Charles.
Charles mengaku tidak heran dengan munculnya relawan duet tersebut. Menurut dia, kepuasan warga Ibu Kota untuk duet itu tinggi.
"Di berbagai survei kepuasan publik terhadap kepemimpinan Pak Ahok dan Pak Djarot itu tinggi sekali. Survey Charta Politika itu 82,8% lebih tinggi dibandingkan survey kepuasan Jokowi-Ahok," papar anggota Komisi I DPR ini.
Dia juga mengutip survei soal elektabilitas keduanya. Charles menganggap pasangan ini belum terkalahkan.
"Survei juga mengatakan bahwa apabila dipasangkan, maka pasangan Ahok-Djarot ini memiliki elektabilitas tertinggi. Jadi ya wajar-wajar saja," ucap Charles.
"Oleh karena itu saya berpendapat bahwa pasangan Ahok-Djarot masih pas untuk Jakarta," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, spanduk tersebut terpasang di salah satu gerbang masuk gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2015).
Spanduk itu memiliki dasar warna putih, dengan pemanis warna oranye dan biru. Dalam spanduk tersebut tertulis ucapan "Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa". Di bawahnya ada tulisan "Sudah Teruji & Terbukti Relawan Ahok-Djarot". Tulisan itu dilengkapi foto wajah Ahok-Djarot yang memakai kopyah. (imk/tor)











































