Ketertarikan Kai (Kakek) Noor kepada dunia pemadaman bermula ketika dia melihat ada rumah seorang warga yang terbakar. Kala itu Kai Noor tengah menjadi pengemudi ojek.
Usai mengantarkan penumpang ke tempat tujuan, Kai Noor yang melihat kobaran api masih besar langsung terdorong untuk turun dan membantu proses pemadaman. Sejak itu, Kai Noor terpikir untuk mendirikan unit pemadam kebakaran sendiri.
Tim Kain Ihram Trans7 |
Setelah mendapat restu dari sang istri, Kai Noor pun langsung menjual sepeda motornya. Kemudian ia beralih profesi menjadi penjual bensin eceran dan warung kecilnya guna mengumpulkan uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah beli mobil bannya dulu, hasil menabung sama ibu bisa beli mobil sedan bekas untuk bisa membantu masyakarat. Sampai sekarang berlanjut, sedan saya jual, ganti lebih besar sehingga bisa membawa anggota lebih banyak," ujar Kai Noor.
Tim Kain Ihram Trans7 |
Sejak itu, kendaraan pemadam kebakaran milik Kai terus membantu memadamkan proses kebakaran. Kai saat ini tergabung dalam unit Pemadam Musibah Kebakaran (PMK) Penjelajah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama bertugas, ada pengalaman menarik yang dialaminya saat mendapat pertolongan dari warga.
"Pada waktu itu saya ada kebakaran, saya mau menghidupkan mobil. Ternyata bensin habis, saya bingung tengok kanan kiri. Tapi ada yang membantu membelikan bensin dan memberikan full," kisahnya.
"Saya percaya kalau niat baik, Allah pasti membantu," sambung Kai Noor.
Jika sedang tidak bertugas, bapak dari lima anak ini mengisi waktunya bermain dengan anak-anak dan menimang cucu di rumah. Sesekali ia juga menjaga warung sembari jual bensin eceran. Hasil penjualannya digunakan untuk membuat 'dapur ngebul' juga digunakan untuk perawatan armadanya.
![]() |
Selain digunakan untuk memadamkan api, armada Kai dan rekannya juga kerap digunakan untuk membantu penanganan kecelakaan di jalan. "Itu fungsinya unit PMK saya. Biasa dilakukan saat evakuasi jenazah orang tenggelam atau ditemukan di sawah itu masyarakat telepon. Kai segera membawa anak buah relawan ke TKP. Kalau sudah diidentifikasi oleh kepolisian dan boleh dibawa, baru dimasukkan ke unit PMK atau ambulans," terang Kai Noor.
Berbekal usaha keras, kini Kai Noor memiliki dua armada. Dengan kedua armadanya itu, Kai Noor dan rekan relawan PMK Penjelajah melalang buana untuk membantu semampu mereka, tanpa mengharapkan timbal balik dari orang-orang yang telah mereka bantu.
Armada milik Kai juga pernah diperbantukan hingga Pangkalan Bun, Pontianak. Namun untuk berbagai bantuan yang diberikannya itu, Kai tidak memasang tarif khusus.
"Saya kalau sudah bisa membantu, saya legowo. Lillahi ta'ala itu niat saya. Tidak mengharapkan apapun dari yang saya bantu. Biar Allah yang membalas," kata Kai Noor telah memiliki 7 cucu ini.
Tim Kain Ihram Trans7 |
Meski sibuk dengan segudang aktivitasnya, Kai Noor tidak pernah lupa apalagi meninggalkan ibadah salatnya. Sebab Kai Noor percaya semua yang telah didapatnya berasal dari Allah SWT.
"Setelah api padam, monggo sembahyang mau di musola atau masjid. Ibadah harus dilakukan, pemadaman juga. Jadi kita mau baik ke masyarakat, kita juga harus baik dengan Yang Maha Kuasa," pungkasnya.
Saksikan kisah selengkapnya di Kain Ihram yang tayang setiap Sabtu dan Ahad pukul 06.45 WIB di Trans7. (aws/ega)












































Tim Kain Ihram Trans7
Tim Kain Ihram Trans7
Tim Kain Ihram Trans7