Bulan Puasa, Kemacetan Jam Pulang Kerja Bergeser ke Pukul 15.00 WIB

Bulan Puasa, Kemacetan Jam Pulang Kerja Bergeser ke Pukul 15.00 WIB

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 06 Jun 2016 08:26 WIB
Bulan Puasa, Kemacetan Jam Pulang Kerja Bergeser ke Pukul 15.00 WIB
Ilustrasi/Macet di Tol TB Simatupan (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi pergeseran jam kemacetan di Jakarta pada bulan ramadan. Pada jam pulang kerja, kemacetan diprediksi akan terjadi mulai pukul 15.00 WIB.

"Analisa dan evaluasi bulan ramadan tahun sebelumnya terutama pada minggu pertama kepadatan atau kemacetan biasanya lebih awal karena kecenderungan masyarakat pulang lebih awal untuk berbuka," jelas Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Senin (6/6/2016).

Pada minggu pertama di bulan puasa, masyarakat menurut Budiyanto banyak yang memilih untuk berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Karena itu para pekerja diprediksi pulang lebih awal dari jam pulang kerja normal pukul 17.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diperkirakan pukul 15.00 WIB sudah mulai mengalami kepadatan lalu lintas," imbuhnya.

Minggu kedua dan berikutnya, kepadatan diprediksi akan terjadi pada jam-jam tersebut. Tetapi kali ini, kemacetan diperkirakan akan terjadi di jalanan yang mengarah ke sentra kuliner ramadan atau ke pusat-pusat perbelanjaan.

"Pada minggu ke dua dan ke tiga biasanya masyarakat buka bersama antarteman atau kolega, karyawan , pegawai komunitas dan kelompok masyarakag lainnya mereka akan memanfaatkan kuliner-kuliner yang ada pada lokasi strategis atau mudah dijangkau,sehingga terjadi kepadatan pada lokasi-lokasi kuliner pada jam menjelang buka puasa dan setelahnya, termasuk tempat-tempat perbelanjaan," paparnya.

Pada minggu keempat, kondisi lalu lintas diyakini akan lebih lengang. dari hari-hari biasanya. Sebab diprediksi sebagian masyarakat pada pekan keempat sudah pergi mudik.

"Sehingga konsentrasi atau keramaian pada pusat-pusat pemberangkatan seperti terminal, stasiun, bandara, terminal bantuan dan lokasi mudik bareng," kata Budiyanto.

(mei/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads