Sapa Warga, Walkot Pangkalpinang Tarawih Bareng PNS

Sapa Warga, Walkot Pangkalpinang Tarawih Bareng PNS

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 06 Jun 2016 03:47 WIB
Sapa Warga, Walkot Pangkalpinang Tarawih Bareng PNS
Foto: Nur Khafifah/Detikcom
Pangkalpinang - Momen tarawih perdana pada bulan Ramadan 1437 H dimanfaatkan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, M Irwansyah untuk menyapa warga.

Pria yang akrab dipanggil Wawan ini juga mengajak para pegawai Eselon I dan Eselon II untuk tarawih bersama di masjid tertua dan terbesar di Pangkalpinang yakni Masjid Jamik.

Wawan yang mengenakan jubah warna putih ini didampingi oleh Kepala Kesbangpol Pemkot Pangkalpinang Rasdian dan sejumlah pejabat lainnya. Sebelum memulai jamaah salat Isya dan tarawih, dia sempat berbincang dengan warga dan mendengarkan berbagai keluhan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari pertama tarawih ini, Masjid Jamik memang dipenuhi oleh warga yang hendak salat berjamaah. Ada lebih dari seribu jamaah yang salat tarawih di masjid yang dibangun pada tahun 1930 ini.

"Selamat beribadah di bulan suci Ramadan, semoga ibadah kita diterima Allah SWT. Ramadan harus dijadikan momen memperbaiki diri baik untuk pribadi maupun lingkungan sekitar," kata Wawan di Masjid Jamik, Jl Raya Masjid Jamik, Pangkalpinang, Babel, Minggu (5/6/2016).

Politikus PDIP tersebut juga menyerahkan bantuan berupa uang untuk pembangunan Masjid Jamik. Menurut Sekretaris Pengurus Masjid Jamik Syahrial Munjir, Pemkot Pangkalpinang memang telah banyak membantu rehabilitasi masjid legendaris itu.

"Kami telah menanti pembangunan gedung serbaguna Masjid Jamik ini selama 8 tahun, akhirnya sekarang terealisasi," ujar Syahrial.

Foto: Nur Khafifah/detikcom


Gedung serbaguna itu dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan agama dan juga kegiatan komersil seperti resepsi pernikahan. Uangnya dikelola untuk perawatan masjid dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan.

Masjid Jamik merupakan salah satu ikon sejarah kota Pangkalpinang. Saat dibangun pada tahun 1930, seluruh bangunan masjid ini berupa kayu yang terdiri dari 3 lantai dengan kapasitas jamaah 600 orang. Berbagai kegiatan keagamaan terfokus di masjid yang kini berkapasitas 2.500 orang tersebut.

Menurut Syahrial, masjid ini telah mengalami dua kali pemugaran yakni pada tahun 1950 dan 2005. Pada pemugaran pertama, bangunan kayu dihancurkan dan diubah dengan tembok.

(khf/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads