Kepala BMKG Gowa Ariyo Fauzi pada wartawan menyebutkan kondisi awan tidak mendukung proses pemantauan hilal yang dilakukan mulai pukul 17.30 wita hingga pukul 18.25 Wita. Meski demikian, pihaknya memperkirakan ketinggian hilal di daerah kota Makassar mencapai 3,1 derajat.
"Hilal akan sangat sulit terlihat oleh alat teropong ketika hilal di bawah 4 derajat sehingga hilal di sekitar 3,1 derajat sulit terlihat. Kesempatan kita melihat bulan setelah tenggelam matahari pukul 17.56, sebanyak 16 menit. Namun untuk waktu sebanyak itu sangat sulit kita melihat piringan bulan karena cahaya matahari masih terlihat terang," ujar Fauzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kantor Kemenag Wilayah Sulsel melakukan pemantauan hilal di Tanjung Butung, Kab. Barru. Pemantauan ini dipindahkan dari Makassar karena faktor cuaca yang kurang mendukung. Hingga kini belum ada rilis dari kantor Kemenag Sulsel. (mna/try)











































