"Sesuai izin yang diterbitkan oleh Polda bahwa kegiatan car wash dance tidak ada (di luar jadwal yang dimintakan izin)," terang Kapolres Mataram AKBP Heri Prihartono kepada detikcom, Sabtu (4/6/2016).
Heri menambahkan, kegiatan tersebut dihentikan pihak mal karena banyak dihujat masyarakat setempat. "Karena tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat Nusa Tenggara Barat," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak LEM (mal) mengaku hanya meminta (kepada EO), bagaimana cara memandikan mobil yang benar itu seperti apa. Tetapi tahu-tahu ada pertunjukan begitu," katanya.
Setelah 15 menit kegiatan itu berlangsung, akhirnya pihak mal menghentikan pertunjukan tersebut mengingat banyak masyarakat yang mengecam.
Car wash dance ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian pameran modifikasi mobil yang digelar di sebuah mal di Mataram, pada 27-30 Mei lalu. Car wash dance itu sendiri dipertunjukkan pada pengujung kegiatan pada 30 Mei 2016.
Dalam kegiatan itu, sejumlah model seksi menunjukkan cara memandikam mobil. Para model mengenakan hotpants dipadu kemeja putih, lalu mereka membasahi diri dengan air dan bermandi busa sehingga pakaian dalamnya kelihatan, sambil menggosok-gosok mobil. (mei/bag)











































