Jelang Ramadan, Pedagang Kembang 'Dadakan' Menjamur di TPU Karet Bivak

Jelang Ramadan, Pedagang Kembang 'Dadakan' Menjamur di TPU Karet Bivak

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2016 15:39 WIB
Jelang Ramadan, Pedagang Kembang Dadakan Menjamur di TPU Karet Bivak
Foto: Pedagang kembang di TPU Karet Bivak (Edward/detikcom)
Jakarta - Menjelang Ramadan, warga memadati tempat pemakaman umum untuk berziarah. Di saat bersamaan, muncul para pedagang kembang dadakan yang ikut mencari rezeki.

Seperti terlihat di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6/2015), lapak pedagang bunga menjamur di sekitar pemakaman. Beberapa di antaranya adalah pedagang minuman yang ikut menjajakan kembang.

Berziarah ke makam sanak saudara sudah menjadi tradisi sebelum Ramadan. Kembang menjadi pelengkap bagi peziarah yang datang. Entah dari mana tradisi itu dibawa, namun mereka menganggap hal jadi kebiasaan dari turun temurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau orang dulu selalu bilang kalau masuk bulan Ramadan atau Lebaran harus mengirim sesajen biar orang yang sudah pergi lebih dulu menjadi senang," ujar salah satu pedagang kembang, Yati di kawasan TPU Karet Bivak.

Yati sendiri memiliki keyakinan yang berbeda. Dirinya mempercayai kembang untuk makam hanya sebagai penghias.

"Kalau saya juga bawa kembang tetapi bukan untuk apa, pikir saya ibarat rumah setiap tahun pasti direnovasi, makam suami kalau ziarah juga dikasih kembang biar cantik aja, udah gitu jadi wangi," papar wanita yang pernah bekerja di Arab Saudi.

Kebiasaan ziarah bawa kembang kata Yati tidak pernah dilihatnya di Arab Saudi. Warga Muslim di sana memiliki tradisi penaburan kembang dan air mawar dilakukan saat penguburan.

"Kalau di sana berbeda. Kebetulan saya pernah kerja sebagai pembantu orang kedutaan, di Arab kembang yang dibawa hanya bunga mawar dan air mawar. Itu ditaburi ketika penguburan," sambungnya.

Sepeninggal keluarga dikubur lanjut Yati muslim di Arab Saudi tidak pernah melakukan ziarah. Adapun mereka hanya datang di tahun selanjutnya untuk berdoa.

"Kalau di sana makam itu enggak kaya di sini ada bentuknya. Kalau di sana cuma batu saja sebagai tanda. Kalau sudah setahun paling mereka datang ke sebuah aula di kawasan pemakaman untuk berdoa," pungkasnya. (edo/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini