Peziarah ramai mendatangi makam keluarga (Foto: Edward/detikcom) |
Pantauan detikcom Sabtu (4/6/2016), arus lalu lintas mendadak macet di jalan raya tersebut. Hal itu dikarenakan belasan kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di pinggir jalan.
Peziarah hendak nyekar ke makam keluarganya menjelang Ramadan. Mereka hendak memanjatkan doa dan membersihkan makam keluarga. Tradisi ini dimanfaatkan warga sekitar untuk meraup rezeki.
Lalu lintas macet (Foto: Edward/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan Peziarah yang datang menggunakan angkutan umum. Sekarangkan sudah banyak Gojek, Grab Bike, Grab Car atau Taksi. Kalau dulu ramainya 3 hari jelang puasa sekarang sudah mulai sepi," paparnya.
Tradisi ini dimanfaatkan warga meraup rezeki menjelang Ramadan (Foto: Edward/detikcom) |
Perlu diketahui di Jalan Karet Tensin terdapat dua pemakaman umum yakni TPU Karet Bivak dan Karet Pasar Baru atau dikenal Karet Tengsin. Akibatnya arus lalu lintas menjadi padat karena penyempitan ruas jalan.
Sementara kondisi serupa juga terlihat di TPU Karet Bivak Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebetulnya titik kemacetan terjadi lantaran terbatasnya lahan parkir. Meski begitu persoalan di Jakarta sudah tidak ada lagi lahan kosong, jangankan untuk tempat parkir, tanah untuk liang kubur pun tidak tersisa.
"Kalau di sini kondisi belum seramai dulu. Biasanya satu jelang puasa atau lebaran baru ramai peziarah yang datang," pungkas Husni petugas makam Karet Bivak. (edo/aan)












































Peziarah ramai mendatangi makam keluarga (Foto: Edward/detikcom)
Lalu lintas macet (Foto: Edward/detikcom)
Tradisi ini dimanfaatkan warga meraup rezeki menjelang Ramadan (Foto: Edward/detikcom)