"Sampai pertengahan tahun ini, sudah 2 kali kejadian termasuk tergelincirnya pesawat milik Pemda Mimika," kata Willem dalam pernyataan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (4/6/2016).
Willem menuturkan pihaknya masih mencari tahu apakah penyebab kecelakaan adalah human error atau hal lain. Dia mengingatkan pilot harus berhati-hati, karena cuaca di kawasan Puncak Papua sering berubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Willem juga mengusulkan ada pengembangan bandara baru di Ilaga. Solusi itu dianggap bisa meminimalisir kemungkinan kecelakaan seperti ini terulang lagi.
"Alternatif lain yaitu harus adanya pengembangan bandara baru, di mana kami sedang upayakan membangun bandara dengan panjang 1.200 meter, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi," ujar Willem.
"Kami berharap kepada pemerintah pusat, khususnya Menhub atau Dirjen Perhubungan untuk datang langsung melihat kondisi bandara di Ilaga, dengan senang hati seluruh masyarakat Kabupaten Puncak akan menyambut suatu perubahan ke yang lebih baik," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan itu terjadi pada Sabtu (4/6/2016) pukul 11.43 WIT di Bandara Ilaga. Sayap pesawat patah akibat benturan. Pilot dan kopilot selamat dalam kecelakaan ini. (imk/tor)











































