"Kita sebetulnya sudah intensif sama Kemenkum HAM untuk bagaimana reformasi di Lapas dan itu sudah disambut baik sama Menteri. Akan ada penilaian berkala ke sipir dan lainnya yang bertugas di lapas," kata Kepala Biro Perencanaan BNN Agus Sudrajat.
Agus menyampaikan ini usai acara 'Silaturrahmi BNN dan Dialog Interaktif bersama Ormas/LSM Penggiat Antinarkoba' di Aula Dir IV Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (4/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus juga menyampaikan kendala yang dialami petugas BNN saat hendak merazia lapas. "SOP ketat, kita orang luar datang ke lapas ada protap yang harus dilewati, jadi tertahan, periksa buku tamu," ujarnya.
Ketika petugas telah masuk ke dalam lapas, sebenarnya narkoba seperti ganja, inex, dan obat-obatan lainnya sudah terlihat. Tapi tidak diketahui itu punya siapa.
"Karena di luar pintu kita sudah tertahan ada protap itu, kami minta dilakukan reformasi. Ketika nanti ada aparat gabungan razia lapas, itu bagian sama-sama. Jadi tidak dibatasi, kita berharap ada protap bersama," ucapnya.
Permasalahan lain adalah, lanjutnya, adanya napi yang bisa berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan ponsel genggam. Dia menuturkan ada oknum-oknum yang memasukkan alat komunikasi itu.
"Sudah mulai dilakukan pembenahan oleh Menkumham, mungkin petugas diputar cepat berperiode, akan ada pergantian-pergantian," tutupnya. (idh/imk)











































