10 Ha Lahan Gambut di Kepulauan Meranti Terbakar, 4 Ekor Ular Terpanggang

10 Ha Lahan Gambut di Kepulauan Meranti Terbakar, 4 Ekor Ular Terpanggang

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2016 12:37 WIB
10 Ha Lahan Gambut di Kepulauan Meranti Terbakar, 4 Ekor Ular Terpanggang
Foto: Dok. BPBD Kepulauan Meranti
Kepulauan Meranti - Sebuah lahan gambut di Tanjungsari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, terbakar. Empat ekor ular tedung ikut terbakar dalam peristiwa kebakaran ini.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Meranti Edy Afrizal mengungkap peristiwa kebakaran itu berlangsung sejak Rabu (1/6) lalu.

"Itu kejadiannya sekitar Rabu yang lalu, tetapi saat ini sudah padam. Pemadamannya membutuhkan waktu selama 3 hari dan hari ini anggota sudah kembali pulang semua," ujar Edy saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edy mengatakan kebakaran menghanguskan sekitar 10 hektar lahan yang ditumbuhi semak-semak. Belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut.

"Saya tidak tahu juga karena kita datang sesudah kejadian. Kita tidak tahu penyebabnya, nanti dari pihak kepolisian lah yang bisa berikan penjelasannya, kita konsentrasi kepada pemadaman saja," jelas Edy.

Proses pemadaman ini melibatkan 60 personel gabungan dari aparat polisi, TNI, BPBD Kepulauan Meranti, perusahaan swasta dan masyarakat setempat. Dua unit air traktor dan 1 unit helikopter serta pemadaman di darat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Ular yang terbakar (Foto: Dok. BPBD Kepulauan Meranti)


"Pemadaman sampai pendinginan dilakukan selama 3 hari. Ada 4 ekor ular yang ditemukan mati terbakar, hewan lain tidak ada," imbuhnya.

Proses pemadaman kebakaran terkendala karena lokasi Kepulauan Meranti harus ditempuh dengan menggunakan speed boat dan kapal.
Asap pekat kebakaran hutan (Foto: Dok. BPBD Kepulauan Meranti)


Kebakaran yang terjadi tidak sempat menimbulkan asap pekat. "Tidak ada asap sampai yang pakai masker-masker begiru, tidak ada," ujarnya.

Sementara Edy mengungkap, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Hujan sudah jarang turun di Kepulauan Meranti. BPBD Kepulauan Meranti pun memperpanjang status siaga darurat hingga 30 November nanti. (mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads