Digusur Pemkot, Puluhan PKL Semarang Protes
Senin, 21 Mar 2005 15:46 WIB
Semarang - Puluhan PKL (pedagang kaki lima) yang berjualan di ruas-ruas jalan utama Semarang mengadu ke LBH. Mereka memrotes Pemerintah Kota yang mulai menggusur lahan hidup mereka.Daerah-daerah yang mengalami penggusuran mulai hari ini adalah Jalan Pemuda, Ahmad Yani, Pandanaran, MH Thamrin, Kawasan Simpang Lima, dan Gajah Mada. Secara spontan mereka mendatangi LBH untuk minta bantuan.Perwakilan dari Paguyuban PKL Pandanaran Agung mengatakan, pihaknya tidak menerima perlakuan Pemkot ini. "Berjualan di Pandanaran adalah lahan penghidupan saya. Pokoknya saya tidak mau dipindah," tuturnya ketika ditemui di LBH Semarang, Jl Parang Kembang, Senin (21/3/2005).Paguyuban PKL Pandanaran lebih senang kalau Pemkot menata ulang keberadaan mereka, bukan menggusur. Misalnya, dengan membuatkan tenda dan giliran buka usaha. Karena para PKL sudah terhitung lama menempati areal yang dekat dengan pusat kota itu sehingga sudah punya langganan. Sementara perwakilan PKL lainnya menyatakan mau dipindah asal diberi ganti yang layak. "Pada prinsipnya kita tahu Pemkot punya niatan baik. Tapi kalau hanya sekadar menggusur kan tidak adil. Bagaimana pun juga kami bergantung dari usaha itu," kata salah satu perwakilan PKL Ahmad Yani.Berdasarkan SK Walikota 551.3/ 16 tahun 2001 tentang Penetapan Lahan PKL Kota Semarang dan Perda 11 tahun 2000 tentang Pembinaan dan Penataan PKL, keberadaan PKL memang hendak ditertibkan. Bagi mereka yang berjualan di sekitar ruas jalan utama harus pindah.Koordinator Divisi PKL dan Perkotaan LBH Semarang Raja Rajuandar mengatakan, akan berusaha membantu PKL yang terancam kehidupannya itu. Setidaknya, mereka akan membawa kasus itu ke Pemkot."Kami akan berusaha mendesak Pemkot berdialog dengan para PKL. Lebih baik, Pemkot tidak usah mengambil kebijakan apa pun menjelang Pilkada ini karena rawan konflik," tuturnya.Setelah mendapat kepastian akan mendapatkan bantuan secara hukum, para PKL meninggalkan LBH. Berdasarkan pantauan detikcom, akibat penggusuran itu sejumlah ruas utama tak banyak PKL yang berjualan. Bahkan di Jalan Pandanaran yang biasanya ramai, tanpak kosong PKL.
(asy/)











































