Cara Mengawasi Anak di Ragunan Agar Tak Nyasar ke Kandang Gorila

Muhammad Fida ul Haq - detikNews
Kamis, 02 Jun 2016 20:18 WIB
Pengunjung Ragunan di kandang gorila (Foto: Muhammad Fida)
Jakarta - Sejumlah orang menuding kelalaian orang tua di balik matinya gorila Harambe di kebun binatang Cincinnati, Amerika Serikat. Namun tak sedikit juga yang memberikan pembelaan. Bagaimana sebetulnya cara mengawasi anak di tengah ramainya sebuah lokasi wisata seperti kebun binatang?

Humas Ragunan Wahyudi Bambang menjelaskan, di Ragunan kerap terjadi insiden anak terpisah dari orang tuanya, terutama di hari-hari libur panjang. Meski begitu, mereka pasti bisa bertemu dengan orang tuanya karena ada sistem informasi yang sudah berjalan di Ragunan.

"Yang biasa terjadi karena faktor kelalaian orang tua yang lalai mengawasi putra putrinya. Harus selalu kami ingatkan pada orang tua agar tidak asyik sendiri. Karena kelihatannya anak-anak gesit sekali ya," kata Wahyudi saat ditemui detikcom di kantornya di Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

Menurut Wahyudi, kadang faktor yang menjadi penyebab anak terpisah dari orang tua karena tak ada yang mengawasi. Biasanya orang tua lebih sibuk berfoto atau mengurusi hal lain. Padahal dalam sekejap, anak-anak bisa saja hilang dari pandangan. Seperti halnya yang terjadi di Cincinnati, anak tiga tahun itu terpisah dari orang tua lalu menyusup lewat parit sampai ke kandang gorila.

Kandang gorila Kumbo


Rata-rata pada hari libur atau hari besar keagamaan, ada satu sampai tiga kasus anak terpisah dari orang tua. Karena itu, pihaknya selalu memberikan imbauan dan tindakan pencegahan agar orang tua bisa terus menjaga anak-anaknya.

"Imbauan yang pertama menjaga kebersihan, kedua tidak melewati batas kandang, ketiga tidak memberi makan," ungkapnya.

Petugas-petugas jaga juga disiagakan. Seperti yang terlihat di kandang gorila, ada beberapa petugas keamanan yang berjaga untuk memastikan tak ada pengunjung yang memberi makanan manusia. Papan peringatan pun dibuat sejelas mungkin.

"Ada beberapa satwa khusus sepeerti pusat primata kami pasang CCTV. Jadi termonitor," ungkapnya.

Humas ragunan Wahyudi Bambang


"Apabila satwa lepas ada koordinasi yang cepat. Jadi bila ada hewan lepas ada isolasi dan penutupan. Jadi pengunjung secure," sambungnya.

Cerita Pengunjung

Salah seorang pengunjung Ragunan, Iman (34) peran orang tua penting dalam menjaga anak-anak agar tidak sampai masuk ke kandang hewan. Selama ini, dia telah beberapa kali berkunjung ke Ragunan tidak pernah melepas perhatian pada anaknya.

"Kadang saya gandeng kadang saya lepas, kebetulan anak saya nempel terus jadi nggak pernah jauh-jauh" terang Iman.

Pengunjung di kandang gorila


Ali (36) seorang wisatawan yang berasal dari Tangerang juga berpendapat serupa. Tidak hanya petugas yang harus siaga, namun orang tua juga jangan sampai lengah. Jangan terlalu asyik berfoto, selfie atau bermain ponsel. Kecerobohan orang tua bisa jadi berakibat fatal seperti di Cincinnati.

"Iya kalo itu dua-duanya ya. Orang tua juga butuh mengawasi anaknya. Kebun binatang juga perlu mnegamankan. Anak-anak kadang aktif juga kita harus awasi" ucapnya sembari sibuk bermain bersama anaknya.

gorila Kihi
(mad/mad)